MAKASSAR, NALARMEDIA — Dua kekuatan besar basket putri Makassar kembali berhadapan di panggung tertinggi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi.
SMAN 11 Makassar (Smanses) akan menghadapi SMAN 2 Makassar (Smada) pada laga final kategori putri di GOR UMI Makassar, Jumat (25 September 2026).
Partai ini menjadi pertemuan dua sekolah dengan sejarah panjang di kompetisi DBL South Sulawesi.
Bukan sekadar final biasa. Laga ini mempertemukan juara bertahan yang memburu trofi ke-10 dengan mantan juara yang tengah berusaha mengakhiri penantian gelar. Rivalitas tinggi.
Smanses: Satu Langkah Menuju Trofi ke-10
SMAN 11 Makassar (Smanses) memasuki final dengan status sebagai salah satu kekuatan paling dominan dalam sejarah DBL South Sulawesi.
Berdasarkan daftar juara 2008–2025, Smanses telah mengoleksi sembilan gelar juara putri, masing-masing pada 2011, 2012, 2013, 2014, 2016, 2021, 2022, 2023 dan 2025.
Catatan tersebut membuat Smanses hanya membutuhkan satu kemenangan untuk menggenapkan koleksi menjadi 10 gelar sekaligus mempertahankan mahkota juara.
DBL ID juga mencatat Smanses sebagai pemegang sembilan trofi sebelum final 2026.
Jika mampu mengalahkan Smada, Smanses akan mencatat back-to-back champion, setelah sebelumnya menjadi juara pada 2025.
Perjalanan mereka menuju final tahun ini juga berlangsung meyakinkan.
Pada semifinal, Kamis (24 September), Smanses menghentikan perlawanan SMAN 5 Makassar dengan skor 56-20.
Mereka langsung mengambil kendali sejak kuarter pertama dengan keunggulan 15-2 dan menutup paruh pertama 29-6.
Fatimah Azzahra tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan 18 poin dan 10 rebound. Sementara Zahra Revangeline mencatat 12 poin dan 10 steal. Nur Isra Juliani Pertiwi dan Laura Putri Meilany juga berperan besar di area rebound dengan masing-masing 14 dan 11 rebound.
Dengan modal tersebut, Smanses kini tinggal satu pertandingan dari sejarah baru.
Smada: Mengincar Gelar Ketiga
Di seberang lapangan, Smada hadir dengan misi mengembalikan kejayaan.
SMAN 2 Makassar (Smada) pernah menjadi juara putri DBL South Sulawesi pada 2015 dan 2019. Gelar terakhir mereka datang pada 2019, ketika Smada mengalahkan Smanses di partai final.
Setelah itu, trofi kembali berpindah tangan.
Musim 2024 menjadi momentum penting bagi Smada karena mereka kembali mencapai final dan berstatus runner-up setelah dikalahkan SMAN 16 Makassar. Tahun berikutnya, langkah Smada terhenti di fase Fantastic Four.
Kini, Smada kembali ke final dengan kesempatan merebut gelar ketiga sekaligus mengakhiri penantian sejak 2019.
Perjalanan Smada menuju partai puncak 2026 tidak kalah impresif.
Pada salah satu laga awal, Smada menghancurkan SMAN 9 Makassar 68-7. Nur Khaerunnisa Irwan mencetak 21 poin, Siti Fahrani 14 poin, dan Zakyah Zahron Accelarando Max menyumbangkan 13 poin.
Smada kemudian membuat kejutan dengan menyingkirkan SMAN 1 Pinrang, runner-up musim 2025, dengan skor ketat 18-15.
Tiket final akhirnya dikunci setelah Smada menundukkan SMAN 17 Makassar (Jubel) 54-15 di semifinal.
Pada pertandingan tersebut, Siti Fahrani memimpin dengan 14 poin, disusul Emirah Afifah Mukhbitah dengan 12 poin. Queenaya Aurel dan Nailah Hidayah Putri masing-masing mengamankan 10 rebound. Smada juga mencetak 36 poin dari 49 turnover yang dilakukan Jubel.
Sudah Teruji
Pertemuan Smanses dan Smada memiliki sejarah panjang.
Salah satu duel paling berkesan terjadi pada final 2019. Ketika itu, Smada mengalahkan Eleven 63-42 sekaligus mengamankan gelar juara.
Dua tahun berselang, Smanses membalas.
Pada DBL South Sulawesi 2021, Smanses menang dramatis 64-63 atas Smada.
Persaingan kembali berlanjut pada fase semifinal 2023 dan 2025. Dalam dua pertemuan tersebut, Smanses berhasil menghentikan Smada dan melangkah ke final.
Dua Target Berbeda
Final 2026 menghadirkan dua target yang sama-sama jelas.
Smanses memburu:
* Gelar ke-10.
* Back-to-back champion.
* Mempertahankan mahkota 2025.
* Memperpanjang dominasi mereka di basket putri Sulawesi Selatan.
Sementara Smada memburu:
* Gelar ketiga.
* Gelar pertama sejak 2019.
* Mengakhiri penantian tujuh tahun.
* Membalas sejumlah kekalahan dari Eleven dalam beberapa musim terakhir.
Di atas kertas, sejarah memang lebih panjang berada di tangan Eleven. Namun, final adalah pertandingan baru. Rekor masa lalu hanya menjadi bagian dari cerita sebelum kedua tim kembali bertarung di lapangan.
Final di GOR UMI
Semua cerita tersebut akan menemukan jawabannya di GOR UMI Makassar, Jumat (25 September 2026). (red)















