BONE, NALARMEDIA.ID — Gau Maraja 2026 tak hanya menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat Kabupaten Bone.
Gelaran tersebut juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang membuat omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Lapangan Merdeka melonjak tajam.
Selama tiga hari penyelenggaraan, denyut ekonomi di kawasan Lapangan Merdeka Bone dan sekitarnya berlangsung hampir tanpa jeda.
Kerumunan masyarakat yang datang menikmati rangkaian kegiatan turut menjadi berkah bagi pedagang dan pelaku UMKM.
Bahkan, Dinas Perdagangan Kabupaten Bone mencatat pendapatan sejumlah pelaku UMKM selama Gau Maraja 2026 meningkat hingga 4-5 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Anwar, mengatakan peningkatan tersebut dirasakan secara merata oleh pelaku UMKM yang berjualan selama kegiatan berlangsung.
“Pendapatan pelaku UMKM naik 4-5 kali lipat daripada hari biasa. Bahkan waktu Sabtu malam dagangan ludes dan ini merata pendapatan yang dirasakan pelaku UMKM,” tutur Anwar, Senin (28 September 2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari terbukanya ruang ekonomi yang luas selama pelaksanaan Gau Maraja 2026.
Ribuan masyarakat yang hadir menjadi pasar potensial bagi produk-produk UMKM lokal.
Lapangan Merdeka Berdenyut Hampir 24 Jam
Ketua Asosiasi UMKM Lapangan Merdeka Singgah Sore BERAMAL, Adnan Nur Al-Madany, S.Pd.I, merasakan langsung perubahan tersebut.
Ia menyebut Gau Maraja 2026 memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap transaksi penjualan pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, giat Gau Maraja sangat signifikan mempengaruhi pendapatan para pelaku UMKM La Mesra BERAMAL,” ungkap Adnan kepada Nalarmedia.id, Senin (28 September 2026).
Adnan mengatakan, perputaran ekonomi di Lapangan Merdeka dan kawasan sekitarnya berlangsung hampir 24 jam selama momentum Gau Maraja 2026.
Situasi itu membuat kawasan pusat Kota Watampone tidak hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga berubah menjadi pusat transaksi yang memberikan peluang tambahan bagi para pelaku usaha.
Adnan secara khusus mengapresiasi perhatian Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP) terhadap keberlangsungan UMKM.
“Pembela dan pejuang kesejahteraan UMKM Bone,” ucap Adnan.
Kedai Ashaura Rasakan Lonjakan 150 Persen
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung derasnya transaksi adalah Kedai Ashaura.
Pemilik Kedai Ashaura, Emhy, mengatakan penjualannya selama tiga hari Gau Maraja 2026 meningkat sekitar 150 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Kedai milik ibu dua anak tersebut menawarkan sejumlah produk kuliner yang cukup populer di kalangan pengunjung, seperti es cendol, berbagai varian es teh, minuman kekinian, pisang goreng topping hingga talemme.
Jam operasional pun diperpanjang untuk menangkap peluang meningkatnya jumlah pengunjung.
“Buka pada hari kantor mulai pukul 2 siang dan hari Minggu kemarin dari pagi pukul 8,” ujar Emhy.
Bagi Emhy, ramainya Gau Maraja 2026 memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.
UMKM Lokal Didorong Naik Kelas
Anwar menegaskan, geliat ekonomi yang muncul selama Gau Maraja 2026 menjadi bukti bahwa kegiatan masyarakat dapat sekaligus menjadi ruang pertumbuhan ekonomi lokal.
Perhatian terhadap UMKM, kata dia, juga terus didorong melalui dukungan Bupati Bone BupAAS dan Wakil Bupati Bone AAP.
Dukungan tersebut turut diperkuat Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, yang mendorong UMKM Bone agar terus berkembang dan naik kelas.
Gau Maraja 2026 pun meninggalkan cerita lebih dari sekadar kemeriahan. Di balik panggung, keramaian, dan aktivitas masyarakat, terdapat roda ekonomi yang terus berputar.
Lapangan Merdeka menjadi magnet keramaian, dan bagi pelaku UMKM Bone, keramaian itu berubah menjadi magnet rezeki. (red)















