BupAAS Lantik Edy Saputra Syam Jabat Pj Sekda Bone, Wajah Muda di Jantung Birokrasi Bone

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) melantik Kepala BKPSDM Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si. sebagai Pj Sekda Bone yang baru menggantikan Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si. di Rujab Bupati Bone, Senin (28 September 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) melantik Kepala BKPSDM Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si. sebagai Pj Sekda Bone yang baru menggantikan Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si.

Proses pelantikan Edy Saputra Syam dilaksanakan di Rujab Bupati Bone, Senin (28 September 2026). Bagaimana sepak terjangnya?

Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, Kabupaten Bone memiliki sosok birokrat muda yang perjalanan kariernya menarik untuk diperhatikan. Namanya, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Lahir pada 1991 dan merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Edy bukanlah sosok yang tiba-tiba berada di pucuk salah satu institusi strategis pemerintahan daerah.

Kariernya ditempa dari bawah, dimulai sebagai aparatur di Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke posisi Kepala Subbagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).

Di posisi ini, ia dikenal sebagai sosok muda yang aktif dalam koordinasi dan komunikasi pemerintahan.

Pengalaman lapangan semakin terasah ketika Edy dipercaya mengemban amanah Sekretaris Camat Tanete Riattang.

Bersama jajaran kecamatan, lelaki pencinta olahraga sepak bola ini mencatat capaian dalam percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang disebut menjadi yang tercepat di antara kecamatan di Bone.

Dari sana, kepercayaan kembali diberikan. Edy kemudian dipercaya memimpin Kecamatan Bengo sebagai camat.

Salah satu indikator pelayanan yang tercatat adalah Indeks Kepuasan Masyarakat Triwulan II 2025 sebesar 99,26 dengan predikat A.

Capaian tersebut menjadi gambaran bagaimana pengalaman birokrasi tidak hanya diukur dari posisi, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Dari Camat ke Pengelola SDM Aparatur

Babak penting dalam perjalanan karier Edy terjadi pada 2025.

Ia dipercaya menjadi Plt. Kepala BKPSDM Bone sebelum kemudian dilantik secara definitif sebagai Kepala BKPSDM pada 16 Juli 2025.

Pelantikan itu membuat namanya tercatat sebagai salah satu pejabat pimpinan tinggi pratama termuda di lingkungan Pemkab Bone. Bahkan di Indonesia.

Posisi tersebut membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar. BKPSDM bukan sekadar mengurusi administrasi kepegawaian, tetapi berada di jantung pengelolaan sumber daya aparatur: mulai dari manajemen ASN, pengembangan kompetensi, disiplin, hingga penataan karier dan kebutuhan jabatan.

Karena itu, pengalaman Edy yang pernah berada di level kelurahan, kecamatan, hingga pemerintahan kabupaten menjadi modal tersendiri. Ia memiliki pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus memahami dinamika internal birokrasi.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BKPSDM, Edy juga terlibat dalam agenda penguatan manajemen talenta ASN.

Pada Agustus 2026, ia mendampingi Wakil Bupati Bone dalam Ekspose Manajemen Talenta Tahap II se-Sulawesi Selatan yang turut dihadiri Kepala BKN RI.

Manajemen talenta diarahkan untuk memastikan pengelolaan ASN semakin berbasis kompetensi dan kinerja.

Menata ASN, Menyiapkan Birokrasi Masa Depan

Tantangan Edy sebagai Kepala BKPSDM sesungguhnya tidak ringan. Ia berada pada posisi yang menentukan bagaimana aparatur pemerintah Bone dipersiapkan menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Hal itu terlihat dari berbagai agenda kepegawaian yang ditangani BKPSDM. Mulai dari pengangkatan dan pembinaan ASN, pelatihan dasar CPNS, pengelolaan PPPK, hingga pemetaan talenta dan pengisian jabatan strategis.

Pada 2025, misalnya, BKPSDM Bone bekerja sama dengan BPSDM Sulsel dalam pelaksanaan Latsar bagi 70 CPNS Bone.

Pada Juni 2026, Edy juga menyampaikan laporan dalam penyerahan SK PNS Formasi 2024, dengan 67 orang menerima SK pengangkatan dan 89 orang mengikuti pengambilan sumpah/janji PNS.

Deretan tugas tersebut memperlihatkan bahwa peran Edy berada di salah satu simpul penting pemerintahan Bone: menyiapkan manusia yang menjalankan pemerintahan itu sendiri.

Regenerasi Birokrasi Bone

Edy Saputra Syam dapat dilihat sebagai bagian dari wajah regenerasi birokrasi Bone.

Usianya relatif muda dibanding banyak pejabat pada level yang sama, tetapi perjalanan kariernya telah melewati sejumlah jenjang pemerintahan.

Namun, jabatan Kepala BKPSDM bukan semata tentang usia ataupun posisi. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana pengalaman dan energi generasi muda birokrasi diterjemahkan menjadi sistem kepegawaian yang profesional, objektif, berbasis kompetensi, serta mampu melahirkan ASN yang adaptif terhadap perubahan.

Di titik inilah perjalanan Edy masih terus berlangsung.

Dari kelurahan, kecamatan, hingga kini berada di pusat pengelolaan sumber daya manusia aparatur Kabupaten Bone, perjalanan Edy Saputra Syam menunjukkan satu hal: karier birokrasi dibangun melalui tahapan, pengalaman dan kepercayaan yang terus diuji oleh tanggung jawab.

Kini, dari ruang BKPSDM, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menjalankan administrasi kepegawaian, tetapi bagaimana ikut membentuk wajah birokrasi Bone di masa depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *