Cemme Passili’ Diguyur Air, Pelangi Muncul di Langit Tanah Bangkalae

Prosesi Cemme Passili’ yang diikuti Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama ribuan masyarakat di Situs Tanah Bangkalae, Kota Watampone, Rabu (30 Setengah 2026), berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Prosesi Cemme Passili’ yang diikuti Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) bersama ribuan masyarakat di Situs Tanah Bangkalae, Kota Watampone, Rabu (30 Setengah 2026), berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.

Namun, ada pemandangan yang mencuri perhatian warga di sela-sela prosesi adat tersebut. Pelangi terlihat muncul di tengah guyuran air yang menjadi bagian dari prosesi Cemme Passili’.

Kemunculan pelangi itu sontak menjadi perhatian masyarakat yang berada di lokasi.

Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen tersebut dengan kamera telepon seluler.

“Tadi muncul pelangi di tengah-tengah kegiatan. Bagus sekali dilihat, apalagi muncul saat prosesi Cemme Passili’ berlangsung,” kata salah seorang warga di sela-sela kegiatan.

Pemandangan tersebut menambah semarak prosesi Cemme Passili’, sebuah tradisi adat Bone yang dimaknai sebagai ritual pembersihan atau penyucian diri, baik secara lahir maupun batin.

Tradisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Gau Maraja 2026, yang menghidupkan kembali nilai-nilai adat, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Bone.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman turut mengikuti kegiatan bersama masyarakat.

Guyuran air membasahi peserta dan warga yang berada di sekitar lokasi, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh keakraban.

Cemme Passili’ juga dirangkaikan dengan Manre Ri Bone bersama masyarakat. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menjaga Warisan Leluhur

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, Cemme Passili’ memiliki arti penting dalam upaya menjaga dan melestarikan adat serta budaya Bone.

Menurutnya, warisan leluhur bukan sekadar rangkaian ritual, tetapi juga menyimpan nilai kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin adat dan budaya Bone tetap hidup serta terus dikenal oleh generasi muda, bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Bone,” ucap Andi Asman.

Ia juga mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian Gau Maraja 2026.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi adat di Kabupaten Bone.

Prosesi Cemme Passili’ di Tanah Bangkalae pun berlangsung meriah. Guyuran air, ribuan warga, dan kemunculan pelangi di tengah prosesi menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut.

Selain menjadi bagian dari ritual adat, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali Tanah Bangkalae sebagai situs bersejarah serta kekayaan tradisi Bone kepada masyarakat luas melalui rangkaian Gau Maraja 2026. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *