Anak Muda Jadi Garda Depan Literasi Keuangan, Chayra Safana Nuramni Terpilih sebagai Duta LIK 2026–2027

Pemilihan Duta LIK 2026–2027 berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Makassar.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID — Anak muda kini tidak lagi sekadar menjadi pengguna produk dan layanan keuangan. Mereka didorong tampil sebagai garda depan edukasi keuangan untuk mengajak masyarakat lebih cerdas, bijak, dan waspada dalam mengelola keuangan.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam Pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK) 2026–2027 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulsel Sulbar).

Sebanyak 10 finalis terpilih mengikuti rangkaian klasikal dan karantina selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, di Kantor OJK Sulsel Sulbar.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, di Learning Center OJK.

Dalam sambutannya, Moch. Muchlasin menegaskan besarnya potensi generasi muda sebagai penggerak literasi keuangan. Kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kedekatan dengan dunia digital menjadi modal penting untuk menyampaikan edukasi keuangan secara lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.

Para finalis tidak hanya dituntut memahami pengelolaan keuangan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu berbagi pengetahuan dan mengajak generasi muda lainnya mengambil keputusan keuangan secara bijak.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak literasi keuangan, terutama dengan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memanfaatkan media digital,” menjadi salah satu pesan utama dalam pembekalan tersebut.

Tak Sekadar Teori, Finalis Ditempa Jadi Komunikator Keuangan

Selama klasikal dan karantina, para finalis mendapatkan pembekalan dari OJK, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK.

Materi yang diberikan cukup beragam, mulai dari pemahaman mengenai peran lembaga dalam sistem keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan, hingga pemahaman terhadap manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan.

Namun, pembekalan tidak berhenti pada teori.

Para finalis juga ditempa melalui pengembangan soft skills, seperti public speaking, komunikasi efektif, personality development hingga leadership.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar para Duta LIK nantinya mampu tampil percaya diri sekaligus menyampaikan pesan edukasi keuangan dengan bahasa yang sederhana, menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan karantina juga diwarnai berbagai tantangan, aktivitas kelompok, serta pengembangan kreativitas konten edukasi yang dilaporkan melalui platform OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI).

Di sinilah kreativitas para finalis diuji. Mereka ditantang mengubah edukasi keuangan yang selama ini terkesan serius menjadi konten yang lebih dekat, komunikatif dan relevan dengan keseharian, khususnya bagi generasi muda.

Legal dan Logis Jadi Pegangan

Program Duta LIK 2026–2027 menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Apalagi, perkembangan teknologi membuat akses terhadap produk dan layanan keuangan semakin mudah. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko, mulai dari investasi ilegal hingga pinjaman online ilegal.

Karena itu, para Duta LIK diharapkan dapat menjadi teman sekaligus pengingat masyarakat agar selalu menerapkan prinsip “Legal dan Logis” sebelum menggunakan produk maupun layanan jasa keuangan.

Masyarakat diingatkan tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi atau pinjaman yang menjanjikan keuntungan maupun kemudahan secara tidak masuk akal.

Chayra Safana Nuramni Keluar sebagai Juara

Puncak rangkaian Pemilihan Duta LIK 2026–2027 berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Makassar.

Setelah melewati rangkaian pembekalan, karantina dan penilaian, Chayra Safana Nuramni berhasil meraih Juara I.

Posisi Juara II diraih Siti Aisyah Abidin, sementara Rifqah Nasywa Nabila berhasil menempati Juara III.

Ketiga pemenang tersebut diharapkan tidak berhenti pada capaian sebagai pemenang kompetisi. Mereka akan menjadi representasi generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan sekaligus kemampuan untuk menginspirasi masyarakat.

Para Duta LIK 2026–2027 selanjutnya akan berperan aktif sebagai mitra OJK dalam menyebarluaskan edukasi keuangan melalui berbagai kegiatan, kolaborasi dan pemanfaatan media digital.

Dengan kreativitas yang dimiliki generasi muda, pesan tentang pentingnya mengelola keuangan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Melalui semangat “Belajar, Berbagi, dan Bergerak”, OJK Sulsel Sulbar berharap Duta LIK 2026–2027 menjadi wajah baru edukasi keuangan yang lebih dekat, kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Bukan sekadar menjadi duta, tetapi menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang semakin cerdas, terlindungi dan berdaya secara finansial. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *