MAKASSAR, NALARMEDIA.ID — Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan di Sulawesi Selatan mencatat hasil signifikan.
FIN EXPO Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulselbar (FKIJK Sulselbar) berhasil membukukan transaksi dan inklusi keuangan senilai Rp42,94 miliar.
Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Atrium Trans Mall Makassar tersebut mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”
Tak sekadar menjadi ajang pameran, FIN EXPO BIK 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan langsung antara masyarakat dengan industri jasa keuangan.
Masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai produk, tetapi juga didorong memahami cara memilih dan memanfaatkannya secara aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperpendek jarak antara industri jasa keuangan dan masyarakat.
“FIN EXPO BIK 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” tutur Muchlasin.
Menurutnya, penguatan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, komunitas, akademisi hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses sekaligus memastikan pemanfaatan layanan keuangan berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
26.372 Orang Datang, 1.689 Akun Keuangan Dibuka
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 26.372 orang selama rangkaian FIN EXPO BIK 2026.
Tidak berhenti pada kunjungan, kegiatan tersebut juga menghasilkan transaksi nyata. Tercatat sebanyak 1.689 rekening atau akun produk jasa keuangan dibuka maupun diaktivasi.
Sementara total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42.945.341.223
Angka tersebut menunjukkan bahwa kampanye inklusi keuangan tidak sekadar berhenti pada edukasi, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk benar-benar mengakses dan menggunakan produk serta layanan keuangan.
Wagub Sulsel Dorong Literasi Berjalan Seiring dengan Inklusi
Pada pembukaan FIN EXPO BIK 2026, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi memberikan apresiasi terhadap sinergi OJK Sulsel Sulbar, FKIJK Sulselbar, dan industri jasa keuangan.
Fatmawati menilai kolaborasi tersebut penting untuk memastikan akses layanan keuangan semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik pelaksanaan FIN EXPO BIK 2026 sebagai bagian dari upaya bersama memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan Industri Jasa Keuangan menjadi penting agar inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan.
Masyarakat, kata Fatmawati, perlu memiliki pemahaman yang memadai agar tidak sekadar mampu mengakses produk keuangan, tetapi juga dapat menggunakannya secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko keuangan.
28 Booth Hadirkan Beragam Layanan Keuangan
Selama tiga hari pelaksanaan, FIN EXPO BIK 2026 menghadirkan 28 booth yang melibatkan OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai berbagai layanan, mulai dari perbankan, industri keuangan nonbank, pasar modal, layanan keuangan digital, pembiayaan, hingga produk yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Berbagai aktivitas edukatif dan interaktif juga digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko serta aktivitas keuangan ilegal.
Capaian FIN EXPO BIK 2026 menjadi gambaran bahwa inklusi keuangan dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang konkret ketika akses, edukasi, industri, pemerintah dan masyarakat bergerak dalam satu ekosistem.
OJK Sulsel Sulbar pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, FKIJK Sulselbar, seluruh industri jasa keuangan, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Melalui FIN EXPO BIK 2026, OJK Sulsel Sulbar bersama FKIJK Sulselbar menegaskan komitmen untuk terus membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (rls/red)















