Hanya Minta Alat Sekolah, Dua Siswa Yatim Piatu Ini Dapat Motor Listrik dari BupAAS

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) memberikan masing-masing satu unit motor listrik kepada Sahira dan Aditya.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Tidak pernah terlintas dalam benak Sahira dan Aditya, dua siswa yatim piatu SMA Negeri 3 Bone, bahwa permintaan sederhana mereka untuk mendapatkan bantuan alat sekolah akan berujung pada sebuah kejutan yang begitu berarti.

Keduanya datang dengan harapan sederhana. Mereka hanya ingin mendapatkan dukungan untuk menunjang aktivitas pendidikan. Namun, saat menghadiri pembukaan Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone di Lapangan Basket SMAN 3 Bone, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7 Oktober 2026), harapan itu berubah menjadi hadiah yang jauh lebih besar.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) memberikan masing-masing satu unit motor listrik kepada Sahira dan Aditya.

Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian kepada dua siswa yang membutuhkan dukungan untuk menunjang aktivitas sekolah sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk belajar mandiri.

Bagi Sahira dan Aditya, motor listrik tersebut bukan sekadar kendaraan. Ada harapan yang dititipkan di balik pemberian itu—agar mereka lebih mudah beraktivitas, tetap semangat bersekolah, dan kelak mampu mengembangkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Andi Asman berpesan agar motor listrik tersebut tidak dijual. Ia ingin bantuan itu benar-benar menjadi aset yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Saya kasih motor listrik. Saya larang dijual dan kelak bisa dipakai usaha,” kata Andi Asman.

Pesan itu menjadi bagian penting dari bantuan yang diberikan. Kendaraan tersebut diharapkan bukan hanya membantu mobilitas Sahira dan Aditya menuju sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana yang suatu hari bisa mereka manfaatkan untuk kegiatan usaha.

Dengan begitu, bantuan yang diterima keduanya tidak berhenti sebagai pemberian sesaat, tetapi diharapkan tumbuh menjadi bekal untuk membangun kemandirian.

Dari Permintaan Sederhana Menjadi Sebuah Harapan

Kisah Sahira dan Aditya menjadi salah satu momen yang mewarnai pembukaan Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone.

Di tengah riuhnya kegiatan pelajar dan semangat kompetisi, perhatian juga tertuju kepada dua siswa yang mendapatkan kejutan tersebut.

Andi Asman secara resmi membuka Talenta Fair Jilid II dengan pemukulan gendang. Ia didampingi Kepala SMAN 3 Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Talenta Fair bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kemampuan, sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Tidak hanya peserta, para juri juga diminta menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh perlombaan berlangsung objektif dan adil.

“Ini menjadi ajang untuk silaturahmi dalam bertanding secara sportif, terlebih bagi para juri agar profesional,” ujarnya.

Talenta Fair, Ruang Tumbuh Generasi Muda Bone

Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, MA, SMP hingga MTs.

Para pelajar hadir membawa semangat yang sama: berkompetisi, menunjukkan kemampuan terbaik, sekaligus menjalin persahabatan.

Di antara semarak perlombaan itu, kisah Sahira dan Aditya memberikan warna tersendiri.

Dua siswa yatim piatu itu datang dengan kebutuhan sederhana, tetapi pulang membawa sebuah amanah dan harapan yang jauh lebih besar.

Motor listrik yang mereka terima bukan hanya tentang roda yang akan membawa mereka ke sekolah. Lebih dari itu, ada pesan agar mereka terus melangkah, tidak menyerah pada keadaan, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan.

Sebab terkadang, sebuah bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang harapan yang ditanam untuk kehidupan di hari esok.

Dan bagi Sahira serta Aditya, dua motor listrik itu bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *