BONE, NALARMEDIA.ID – Pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada seremoni pelantikan.
Lebih dari itu, ilmu, keterampilan, dan nilai yang diperoleh diharapkan benar-benar hidup dan diterapkan dalam keseharian.
Pesan tersebut mengemuka saat Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kahu, A. Pasinringi, menghadiri penutupan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang menjadi rangkaian kegiatan Pelantikan Kwartir Ranting (Kwarran) Kahu di Lapangan Sepak Bola Palattae, Selasa (6 Oktober 2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, A. Pasinringi yang juga merupakan Camat Kahu menyampaikan salam sekaligus apresiasi atas pelaksanaan Pelantikan Kwarran Kahu beserta seluruh rangkaian kegiatannya yang berlangsung pada 1–6 Oktober 2026.
Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua Kwarcab Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Bone.
Menurut A. Pasinringi, KMD hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, tetapi menjadi bekal yang dapat dibawa pulang dan diterapkan di berbagai lingkungan.
Ia berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti KMD, baik di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun keluarga.
“Ilmu, keterampilan dan nilai-nilai yang didapat selama KMD diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan sekitar, sekolah, bahkan di rumah tangga masing-masing,” tuturnya.
44 Peserta, Mayoritas dari Kalangan Guru
KMD tersebut diikuti 44 peserta yang berasal dari kalangan pendidik. Beberapa di antaranya merupakan Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) atau kepala sekolah.
Kehadiran para guru dan kepala sekolah dalam kegiatan tersebut dinilai memiliki arti penting. Sebagai pendidik sekaligus pembina generasi muda, mereka diharapkan mampu membawa semangat dan nilai-nilai kepramukaan ke lingkungan pendidikan.
Dengan demikian, KMD tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga berpotensi memperluas dampaknya kepada para siswa di masing-masing sekolah.
Pesan Lamellong Mengiringi Penutupan
Nuansa khas budaya dan nilai-nilai lokal juga mewarnai kegiatan tersebut. Pesan-pesan Lamellong diantarkan oleh Ketua Kwarran Kahu, Andi Sukma.
Sementara itu, KMD yang sebelumnya secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Kwarcab Bone, Edy Saputra Syam, ditutup secara resmi oleh Ketua Pusdiklatcab Bone, M. Yunus.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus menjadi awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh.
Harapannya, semangat KMD tidak berhenti di lapangan pelatihan. Ilmu yang didapat dapat menjadi bekal untuk membentuk pembina pramuka yang lebih siap, pendidik yang lebih inspiratif, serta generasi muda yang memiliki karakter, keterampilan, kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebab sejatinya, keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya diukur dari selesainya kegiatan, tetapi dari seberapa jauh ilmu yang diperoleh mampu memberi manfaat setelah peserta kembali ke sekolah, masyarakat, dan keluarga. (red)















