Yonarmed 21/Kawali Bone Sulap 21 Hektare Lahan Jadi Mesin Pangan! Gas Pol Pertanian, Perikanan hingga Peternakan

banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Di tengah ancaman kemarau panjang yang membayangi sektor pertanian, Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan.

Tak sekadar menjaga pertahanan negara, satuan TNI ini sukses mengubah 21 hektare lahan markas menjadi kawasan produktif yang menopang sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

Di bawah komando Letkol Arm Rianto Hartomo, lahan yang sebelumnya berpotensi tidak termanfaatkan kini dioptimalkan untuk mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dari total luas pangkalan sekitar 34 hektare, sebanyak 21 hektare dialokasikan khusus untuk program ketahanan pangan.

Artinya, lebih dari separuh lahan satuan dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomi.

“Saat ini sudah tidak ada lahan kosong lagi di satuan. Dari kurang lebih 34 hektare lahan satuan, seluas 21 hektare murni digunakan untuk program ketahanan pangan,” ungkap Letkol Arm Rianto Hartomo.

Sawah Panen 4 Ton per Hektare, Jagung Membentang 14 Hektare

Keseriusan Yonarmed 21/Kawali dalam mengembangkan ketahanan pangan terlihat dari sektor pertanian yang menjadi salah satu andalan.

Sebanyak 7 hektare lahan dimanfaatkan untuk persawahan dengan produktivitas mencapai 4 ton gabah kering per hektare.

Sementara itu, 14 hektare lainnya ditanami jagung yang diperuntukkan sebagai pakan ternak.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi lahan satuan agar memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung ketersediaan pangan di tengah tantangan perubahan cuaca.

Tak berhenti pada padi dan jagung, Yonarmed 21/Kawali juga mengembangkan sektor perikanan. Ribuan ikan lele dan nila telah dipanen sebagai bukti bahwa program ketahanan pangan dijalankan melalui beragam komoditas.

Diversifikasi ini membuat program tidak bergantung pada satu sektor saja. Pertanian, perikanan, dan peternakan dikembangkan secara beriringan untuk memperkuat produktivitas.

Uji Coba Peternakan Sapi, Tanam 2.000 Pohon Mangga

Program ketahanan pangan Yonarmed 21/Kawali juga diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang.

Satuan ini mulai menguji pengembangan belasan ekor sapi sebagai bagian dari perluasan sektor peternakan. Selain itu, sebanyak 2.000 bibit pohon mangga telah ditanam untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan dalam jangka panjang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan tidak hanya berorientasi pada hasil panen dalam waktu dekat, tetapi juga membangun potensi produksi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Menghadapi perkiraan datangnya musim hujan pada Desember 2026, sebagaimana disebutkan dalam narasi program, Yonarmed 21/Kawali bersiap menggenjot kembali siklus tanam secara lebih masif.

Momentum pergantian musim diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas budidaya dan mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.

Gandeng Petani, Bibit Gratis hingga Penyuluhan

Hal yang tak kalah penting dari program ini adalah keterlibatan masyarakat sekitar. Yonarmed 21/Kawali tidak hanya mengembangkan lahan di lingkungan markas, tetapi juga membangun kolaborasi dengan warga melalui pembentukan kelompok tani bersama.

Sinergi tersebut membuahkan dukungan berupa bantuan bibit gratis dari Pemerintah Kabupaten Bone serta penyuluhan berkala bagi prajurit dan petani lokal.

Kolaborasi ini membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pendampingan budidaya, dan pengembangan kegiatan pertanian yang lebih produktif.

Dengan keterlibatan petani, program ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti di lingkungan satuan, tetapi turut memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.

TNI Tak Hanya Menjaga Kedaulatan, tetapi Juga Menguatkan Pangan

Optimalisasi 21 hektare lahan tersebut menjadi gambaran bagaimana potensi aset dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan. Melalui pengembangan berbagai komoditas, Yonarmed 21/Kawali berupaya mengambil bagian dalam agenda besar swasembada pangan nasional.

Di tengah tantangan cuaca dan kebutuhan menjaga produktivitas pertanian, pendekatan yang memadukan pertanian, perikanan, peternakan, serta kemitraan dengan kelompok tani menjadi langkah penting untuk terus dikembangkan.

Bagi Yonarmed 21/Kawali, ketahanan pangan bukan sekadar program tambahan di lingkungan militer. Upaya ini juga menjadi wujud kontribusi TNI dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat hubungan dengan rakyat.

Dari sawah, kebun jagung, kolam ikan, hingga pengembangan sapi dan pohon mangga, lahan markas kini diarahkan menjadi ruang produktif yang memberi nilai tambah.

Ketika lahan dimanfaatkan secara optimal dan masyarakat dilibatkan, ketahanan pangan bukan hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi gerakan bersama yang berpotensi membawa manfaat bagi prajurit dan warga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *