SLEMAN, NALARMEDIA.ID – Musibah kebakaran yang menimpa Asrama Mahasiswa Toraja di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengundang keprihatinan Dewan Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Jogja (DPN IKAJO).
Melalui pernyataan sikap tertanggal 12 Oktober 2026, DPN IKAJO menyampaikan solidaritas kepada mahasiswa Toraja yang terdampak sekaligus mengajak keluarga besar alumni Yogyakarta dan masyarakat luas untuk bergotong royong membantu proses penanganan serta pemulihan pascakebakaran.
Bagi DPN IKAJO, musibah tersebut bukan sekadar persoalan kehilangan tempat tinggal. Bagi mahasiswa perantauan, asrama merupakan rumah kedua, tempat membangun persaudaraan, menuntut ilmu, dan merajut harapan untuk masa depan.
“Tidak boleh ada mahasiswa yang merasa sendirian ketika menghadapi musibah di tanah perantauan,” demikian pesan yang ditegaskan dalam pernyataan sikap tersebut.
Dorong Bantuan Nyata dan Tempat Tinggal Sementara
DPN IKAJO menegaskan, solidaritas kemanusiaan harus melampaui batas suku, daerah, maupun latar belakang. Yogyakarta, menurut organisasi tersebut, merupakan rumah bersama bagi generasi muda dari berbagai penjuru Nusantara yang datang untuk menimba ilmu dan mengejar cita-cita.
Karena itu, DPN IKAJO mendorong koordinasi dan pendataan kebutuhan secara langsung bersama pengelola asrama, perwakilan mahasiswa Toraja, pemerintah setempat, serta pihak-pihak terkait.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keselamatan mahasiswa dan terpenuhinya kebutuhan dasar mereka setelah musibah kebakaran.
Selain itu, DPN IKAJO meminta agar penanganan tidak berhenti pada respons darurat. Kebutuhan tempat tinggal sementara dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa juga perlu menjadi perhatian dalam proses pemulihan.
Organisasi ini turut mengajak keluarga besar alumni Yogyakarta dan masyarakat luas memberikan bantuan sesuai kebutuhan nyata mahasiswa terdampak, sehingga dukungan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Masyarakat Diimbau Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Di tengah situasi pascakebakaran, DPN IKAJO juga mengingatkan masyarakat agar menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Imbauan tersebut secara khusus mencakup informasi mengenai penyebab kebakaran, dampak kejadian, maupun pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Menurut DPN IKAJO, kehati-hatian dalam menyampaikan informasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menghormati para mahasiswa yang tengah menghadapi musibah.
Penanganan dan pemulihan, lanjut organisasi tersebut, perlu dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan kondisi serta kebutuhan yang terdata di lapangan.
Andi Rio Idris Padjalangi: Persaudaraan Harus Dibuktikan dengan Tindakan
Ketua Dewan Presidium Nasional IKAJO, Dr. Andi Rio Idris Padjalangi, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya mewujudkan nilai persaudaraan Indonesia melalui kepedulian dan tindakan nyata.
Semangat kebersamaan, menurut pesan yang disampaikan dalam pernyataan sikap DPN IKAJO, tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata. Solidaritas harus hadir dalam bentuk dukungan yang benar-benar dibutuhkan oleh mahasiswa terdampak.
DPN IKAJO berharap seluruh proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik agar para mahasiswa kembali menjalani aktivitas pendidikan dalam kondisi aman dan bermartabat.
Bagi para mahasiswa yang sedang berjuang membangun masa depan jauh dari kampung halaman, dukungan masyarakat menjadi penguat untuk melewati masa sulit.
DPN IKAJO menutup pernyataan sikapnya dengan pesan yang menegaskan arti kebersamaan di tengah musibah:
“Yogyakarta adalah rumah bersama. Solidaritas adalah kekuatan kita. Kemanusiaan adalah tanggung jawab kita.”
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengulurkan tangan, memperkuat gotong royong, dan memastikan mahasiswa perantauan tidak menghadapi musibah ini seorang diri. (rls/red)















