Mentan Andi Amran Bongkar Rahasia Sukses di Depan 100 Ketua OSIS: Kurangi Tidur, Belajar 10 Jam, Jangan Cengeng!

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pesan keras sekaligus motivasi kepada lebih dari 100 pelajar calon pemimpin masa depan Indonesia.
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pesan keras sekaligus motivasi kepada lebih dari 100 pelajar calon pemimpin masa depan Indonesia.

Di hadapan peserta Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) XV Universitas Indonesia (UI), ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak cukup bermodalkan kecerdasan, tetapi membutuhkan kerja keras, disiplin, karakter, dan keberanian menghadapi kesulitan.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi peserta ISLC XV yang diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Senin (19 Oktober 2026).

Program ini diikuti para ketua OSIS dari berbagai SMA di seluruh Indonesia.

Di hadapan para pelajar, Amran mengajak generasi muda berhenti sekadar membayangkan masa depan dan mulai mengambil langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita.

“Kalau mau sukses, kurangi tidur, belajar minimal 10 jam (sehari). Kemudian, kalau Anda sudah belajar, ini paling penting bukan pintar, tetapi ada adabnya, karakter,” kata Mentan Andi Amran.

Menurutnya, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan adab, kejujuran, dan integritas. Kepintaran saja tidak cukup untuk menjadi bekal meraih keberhasilan apabila tidak disertai kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Kalau kamu sudah tidak jujur, tidak rajin, kamu tidak punya integritas, sudah selesai,” tegasnya.

Asal Desa Terpencil Bukan Penghalang untuk Sukses

Mentan Andi Amran juga mengingatkan para peserta agar tidak minder dengan latar belakang keluarga, asal daerah, maupun tempat menempuh pendidikan.

Baginya, kesempatan meraih kesuksesan terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang dan mengembangkan kemampuan diri.

“Sukses itu tidak mengenal suku, agama, Anda dari perguruan tinggi mana, nenek moyang siapa. Sukses itu tidak mengenal dari mana. Anda sukses karena Anda sendiri,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pesannya, Andi Amran membagikan pengalaman hidupnya saat tumbuh dari keluarga sederhana di desa terpencil.

Ia pernah menghadapi keterbatasan biaya pendidikan, bahkan harus berjalan kaki hingga 15 kilometer saat duduk di bangku SMA.

Perjuangannya tidak berhenti setelah menyelesaikan kuliah. Ia juga mengisahkan pengalaman tidur di masjid ketika baru lulus dari perguruan tinggi.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan membangun kemandirian, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi keadaan yang tidak selalu nyaman.

Ia ingin para pelajar memahami bahwa kesuksesan bukan sesuatu yang datang secara instan. Ada proses panjang yang menuntut pengorbanan, ketekunan, dan kesediaan untuk terus belajar dari kesulitan.

“Beton untuk kaya dan sukses adalah Anda menderita,” ucapnya, menggambarkan bahwa keberhasilan membutuhkan perjuangan dan proses yang tidak mudah.

Punya Mimpi Besar, Jangan Takut Bertindak!

Di hadapan para calon pemimpin muda tersebut, Andi Amran menekankan pentingnya keberanian mengubah gagasan menjadi tindakan nyata.

Menurutnya, mimpi besar harus disertai langkah konkret, konsistensi, serta kemampuan bertahan ketika menghadapi tekanan dan kegagalan.

“Pemuda harus punya gagasan besar, mimpi besar. Bertindak, take action. Berproses, persisten, konsisten dalam kesulitan, penderitaan, hinaan. Kalau Anda menyerah, mengeluh, kamu gagal,” pesannya.

Ia berharap para peserta ISLC XV tidak hanya memanfaatkan masa pendidikan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menjadi generasi yang mandiri serta berintegritas.

Andi Amran menilai, kualitas generasi muda akan menentukan kemampuan Indonesia menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, para pelajar perlu membiasakan diri mengambil tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sejak dini.

Ketua OSIS dari Batam Sudah Punya Bisnis Sendiri

Motivasi yang disampaikan Amran mendapat respons dari peserta. Salah satunya Canggi Pamungkas, pelajar SMA Negeri 26 Batam, Kepulauan Riau, yang mengaku semakin terdorong untuk membangun kemandirian setelah bertemu langsung dengan Menteri Pertanian tersebut.

Di usia 17 tahun, Canggi mulai berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri melalui penjualan tanah kavling dan usaha kuliner.

Dalam empat bulan terakhir, ia mengembangkan usaha ketoprak yang kini telah mempekerjakan dua karyawan.

Dari usaha tersebut, Canggi belajar menghadapi naik turunnya penjualan, mengelola pendapatan, serta menyusun langkah untuk mengembangkan bisnisnya.

“Untuk saya sendiri, bisa bertemu langsung dan ngobrol dengan Pak Menteri merupakan hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya senang dan bahagia, apalagi mendapat motivasi langsung dari Bapak Menteri,” ujar Canggi.

Ia mengaku salah satu pesan yang paling membekas adalah pentingnya membangun kemandirian dengan bekerja keras dan memanfaatkan waktu secara produktif.

“Beliau berkata bahwa saya sudah berada di jalan yang benar ketika saya mulai menukar waktu saya dengan uang,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para peserta ISLC XV untuk memperkuat tekad dalam menyiapkan masa depan.

Pesan Andi Amran menegaskan bahwa mimpi besar perlu dibarengi tindakan, sementara kecerdasan harus ditopang karakter dan integritas.

Bagi generasi muda, tantangannya bukan sekadar berani bercita-cita tinggi, melainkan juga konsisten menjalani proses dan menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk bertumbuh. (RLS/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *