BupAAS Bidik Pertanian Tanpa Bergantung Musim, Embung Anti-El Nino Jadi Andalan IP300 di Bone

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), membidik sistem pertanian berkelanjutan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), membidik sistem pertanian berkelanjutan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan embung Anti-El Nino nonteknis untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Bone.

Langkah ini diharapkan menjadi penopang pelaksanaan program Indeks Pertanaman 300 (IP300), yakni pola tanam yang memungkinkan petani melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

Bagi Bone yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan, ketersediaan air menjadi faktor krusial untuk menjaga produktivitas pertanian, terlebih di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dan perubahan iklim yang membuat pola curah hujan semakin sulit diprediksi.

BupAAS menilai, optimalisasi sumber daya air melalui pemanfaatan embung dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian sekaligus membuka peluang bagi petani meningkatkan intensitas tanam.

“Potensi embung Anti-El Nino nonteknis menjadi harapan sistem pertanian berkelanjutan, mendukung program IP300 tanpa ketergantungan musim,” tutur BupAAS.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya air yang tepat menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Dengan dukungan air yang memadai, petani diharapkan memiliki keleluasaan lebih besar dalam menentukan jadwal tanam tanpa harus sepenuhnya menunggu datangnya musim hujan.

IP300 Jadi Peluang Dongkrak Produksi Pertanian

Program IP300 merupakan strategi peningkatan intensitas pertanaman hingga tiga kali dalam setahun. Penerapannya membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan air, kesesuaian lahan, penggunaan varietas benih unggul, hingga pengelolaan pertanian yang efektif.

Dalam skema tersebut, embung berpotensi menjadi sumber air pendukung untuk mengurangi risiko kekeringan, terutama ketika curah hujan tidak menentu. Keberadaannya juga diharapkan membantu petani menjaga keberlangsungan kegiatan budidaya dan meminimalkan risiko gagal tanam akibat keterbatasan air.

Meski demikian, optimalisasi IP300 tetap memerlukan perencanaan yang matang, termasuk pemetaan potensi sumber air, kesiapan infrastruktur pendukung, serta pengaturan distribusi air agar pemanfaatannya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Jika dikelola secara optimal, sinergi antara pemanfaatan embung dan program IP300 berpeluang mendorong peningkatan produktivitas lahan, memperkuat hasil panen, serta meningkatkan pendapatan petani.

Perkuat Ketahanan Pangan Bone

Upaya mengembangkan pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan di Kabupaten Bone.

Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong optimalisasi sumber daya air dan memperkuat pendampingan kepada petani agar program peningkatan intensitas tanam dapat berjalan sesuai potensi masing-masing wilayah.

Dengan dukungan pengelolaan air yang baik, penerapan teknologi pertanian, dan perencanaan musim tanam yang tepat, Bone memiliki peluang memperkuat kapasitas produksi pangannya sekaligus mengurangi kerentanan petani terhadap ancaman kekeringan.

Optimalisasi embung Anti-El Nino dan penguatan program IP300 pun diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkokoh sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian Kabupaten Bone. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *