52 Mahasiswa IAIN Bone Digembleng Jadi Kader Masa Depan

Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, dalam Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (PKM) yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Menjadi pemimpin bukan tentang mengejar jabatan, popularitas, apalagi sekadar ingin dihormati.

Kepemimpinan sejatinya adalah tentang pengabdian, pengorbanan, dan kesediaan melayani.

Pesan inilah yang ditekankan Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, dalam Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (PKM) yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone.

Sebanyak 52 mahasiswa delegasi dari seluruh organisasi kemahasiswaan (Ormawa) IAIN Bone mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menjalani tahapan screening pada 1–2 November 2026 di Aula Utama IAIN Bone, sebelum memasuki pelatihan utama pada 3–6 November 2026 di Grand Nur.

PKM ini menjadi ruang penggemblengan calon pemimpin mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga dibekali karakter, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Muhammad Farhan menegaskan, kualitas organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh sosok yang sedang menduduki kursi kepemimpinan. Lebih dari itu, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu mempersiapkan generasi penerus secara berkelanjutan.

Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi penting agar roda organisasi tetap berjalan dan tidak kehilangan arah ketika terjadi pergantian kepengurusan.

Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan kemampuan kepemimpinan yang matang, sehingga mampu mengemban tanggung jawab organisasi dengan penuh kesadaran.

Farhan juga mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah jalan untuk mendapatkan kekuasaan maupun penghormatan. Seorang pemimpin justru harus menempatkan dirinya sebagai pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

Ia mengutip ungkapan Leiden is lijden, yang bermakna bahwa memimpin adalah menderita. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa di balik sebuah kepemimpinan terdapat tanggung jawab, perjuangan, dan pengorbanan yang harus siap ditanggung.

“Kalau mau menjadi pemimpin untuk berkuasa, lebih baik tidak usah menjadi pemimpin. Kalau mau menjadi pemimpin hanya untuk dihormati, tidak usah menjadi pemimpin. Sebab, pemimpin itu adalah seorang pelayan,” tegas Farhan.

Tak hanya karakter dan integritas, Farhan turut menyoroti pentingnya literasi dan komunikasi sebagai modal utama seorang pemimpin.

Baginya, pemimpin harus mampu menuangkan gagasan melalui tulisan sekaligus menyampaikan pemikiran secara lugas dan meyakinkan di hadapan publik.

“Kalau ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, PKM merupakan agenda tahunan yang melibatkan delegasi dari berbagai Ormawa IAIN Bone. Tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini menjadi sinyal positif tumbuhnya kesadaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya melalui bangku perkuliahan, tetapi juga lewat pengalaman berorganisasi.

Farhan berharap, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau ruang mendengarkan materi. Sebaliknya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan organisasi maupun kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Mahasiswa harus berani mengambil peran, menyuarakan gagasan, dan terlibat langsung dalam memperjuangkan perubahan.

“Anak muda seperti kita adalah generasi dan calon pemimpin masa depan. Kita punya tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan mengambil peran. Jangan sampai kita hanya menjadi generasi yang menyaksikan perubahan tanpa ikut memperjuangkannya. Anak muda seperti kita tidak layak mati dalam kasur,” tutup Farhan.

Melalui PKM ini, DEMA IAIN Bone berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap memimpin, tetapi juga memiliki keberanian berpikir, ketajaman literasi, integritas, dan jiwa pengabdian untuk membawa perubahan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *