IGP Pomalaa Tingkatkan Daya Saing Indonesia di Pasar Global

Target Produksi 300 Ribu Ton Limonit per Bulan

Perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menargetkan produksi sebanyak 300 ribu ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
banner 325x300

KOLAKA, NALARMEDIA – Perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menargetkan produksi sebanyak 300 ribu ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma menjelaskan, IGP Pomalaa sukses mencatatkan penjualan perdana bijih nikel.

Torehan ini menjadi penanda fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

First Ore Sell sukses dilaksanakan pada 28 Februari 2026,” kata Endra Kusuma.

IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *