BONE, NALARMEDIA — Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja di Kabupaten Bone, terselip sebuah momen sederhana namun begitu dalam maknanya—sebuah potret ketulusan yang tak mudah dilupakan.
Bertempat di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, suasana yang awalnya berlangsung khidmat dalam prosesi penyerahan bantuan program bedah rumah, mendadak berubah menjadi haru.
Seorang jenderal bintang dua, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menunjukkan keteladanan yang melampaui sekat jabatan dan pangkat.
Saat menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada seorang nenek penerima bantuan, ia tak sekadar berdiri sebagai pejabat yang memberi.
Dengan penuh hormat, ia membungkukkan badan, lalu mencium tangan sang nenek.
Gestur itu begitu sederhana, namun sarat makna—tentang penghormatan kepada orang tua, tentang kasih sayang kepada sesama, dan tentang kerendahan hati seorang pemimpin di hadapan rakyatnya.
Seketika, suasana menjadi hening. Sang nenek tak mampu menahan haru. Mata yang berkaca-kaca menjadi saksi bahwa bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menghidupkan kembali rasa dihargai dan dimanusiakan.
Di hadapan para personel dan tamu undangan, momen itu seakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata.
Apa yang ditunjukkan Kapolda Sulsel hari itu mencerminkan nilai luhur budaya Bugis, sipakatau, sipakalebbi, sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan.
Nilai yang bukan hanya diucapkan, tetapi benar-benar dihidupkan dalam tindakan nyata.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu ditunjukkan melalui instruksi atau kebijakan besar, melainkan dari sikap tulus yang menyentuh hati. Bahwa di balik seragam dan tanda kepangkatan, ada jiwa yang hadir untuk mengabdi dengan empati.
Lebih dari itu, tindakan tersebut menjadi simbol bahwa Polri hadir bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Sebuah potret kepemimpinan yang tidak berjarak—melainkan dekat, membumi, dan penuh kasih di tengah masyarakat. (red)















