SOPPENG, NALARMEDIA — Perayaan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765 tahun 2026 menjadi momentum yang sarat makna bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya sebagai penanda perjalanan sejarah panjang Kabupaten Soppeng, peringatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali jati diri, kebersamaan, serta komitmen membangun daerah ke arah yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, yang memaknai Hari Jadi Soppeng sebagai momentum penting dalam memperkuat rasa yassisoppengi, yakni rasa memiliki, kepedulian, dan kecintaan yang mendalam terhadap tanah kelahiran.
Menurutnya, nilai yassisoppengi harus terus dirawat dan ditanamkan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Sebab, rasa memiliki terhadap daerah akan melahirkan tanggung jawab bersama untuk menjaga, melindungi, dan membangun Soppeng agar tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera.
“Hari Jadi Soppeng ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momen untuk kembali menguatkan rasa kebersamaan kita sebagai putra-putri daerah. Kita harus terus menumbuhkan rasa cinta terhadap Soppeng, karena dari situlah muncul semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antar sesama masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai sipakatau (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan) disebutnya sebagai fondasi utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan berkeadaban.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam interaksi sosial, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam aktivitas bermasyarakat lainnya, sikap saling menghormati dan peduli menjadi kunci terciptanya harmoni.
“Kita semua memiliki peran dalam menjaga kondusivitas daerah. Dengan mengedepankan nilai sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi, maka hubungan antar masyarakat akan tetap terjalin dengan baik. Dari situlah tercipta rasa aman dan saling percaya,” jelasnya.
Sebagai aparat penegak hukum, AKP Dodie Ramaputra juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Ia mengungkapkan bahwa ketika masyarakat mampu menjaga sikap saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling menjaga, maka potensi konflik dapat diminimalisir, bahkan dicegah sejak dini.
“Kalau kita semua mampu menjaga kebersamaan dan nilai-nilai tersebut, insyaAllah situasi kamtibmas di Soppeng akan tetap aman dan kondusif. Ini menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor,” tegasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengajak generasi muda untuk turut mengambil peran dalam menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat persatuan.
Generasi muda, menurutnya, merupakan aset penting yang akan melanjutkan estafet pembangunan daerah.
Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai lokal serta semangat kebangsaan.
Momentum HJS ke-765 ini, lanjutnya, harus menjadi titik tolak untuk membangun optimisme bersama.
Dengan kebersamaan, kerja sama, dan komitmen menjaga nilai-nilai luhur, masyarakat Soppeng diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Ia pun optimistis bahwa dengan terjaganya stabilitas sosial dan keamanan, Kabupaten Soppeng dapat terus berkembang menjadi daerah yang sehat, maju, tangguh, dan berkelanjutan, sebagaimana harapan bersama.
“Dari sinilah kita bisa melangkah bersama. Ketika situasi aman, masyarakat rukun, maka pembangunan akan berjalan dengan baik. Kita semua tentu berharap Soppeng ke depan semakin maju dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” tutupnya.
Perayaan Hari Jadi Soppeng ke-765 tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi peringatan historis semata, tetapi juga menjadi energi baru untuk mempererat persatuan, memperkuat identitas daerah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun Soppeng yang lebih baik di masa depan. (red)















