BONE, NALARMEDIA — Harapan baru tumbuh dari Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui penyaluran Program Bantuan Usaha kepada 38 penerima manfaat, Rabu (15 April 2026).
Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan ikhtiar nyata membangun kemandirian.
Ketua Baznas Kabupaten Bone, Drs. H. Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa Desa Sanrego menjadi desa penyumbang zakat pertanian terbesar di Bone.
“Bantuan usaha ini bersumber dari zakat mal. Harapannya, usaha yang dijalankan bisa berkembang dan suatu saat para penerima manfaat ini juga dapat menjadi muzakki, membantu sesama,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan menyasar pelaku usaha yang telah lebih dulu merintis usahanya.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Bone, Muhaimin Ali, Lc, menjelaskan ragam usaha yang didukung, mulai dari usaha kelontong Z Mart, penjahit, penjual kue, penjual pulsa, perbengkelan, hingga penjual pakaian.
“Ini adalah pelaku usaha yang sudah berjalan. Kita dorong agar naik kelas dan lebih mandiri,” jelasnya.
Dukungan dari pemerintah setempat turut memperkuat program ini.
Camat Kahu, Andi Pasinringi, mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Desa Sanrego, Andi Malla, menyampaikan bahwa masyarakat telah merasakan dampak nyata dari zakat, khususnya dari sektor pertanian yang terus menunjukkan hasil melimpah.
“Kami melihat langsung manfaat zakat bagi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Baznas Bone, di antaranya Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Rusmin Igo, S.H., serta Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Administrasi H. Ichsan Abdullah, S.Pi, bersama unsur Pemerintah Kecamatan Kahu dan Pemerintah Desa Sanrego.
Melalui program ini, Baznas Bone tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menanamkan harapan—bahwa dari zakat, lahir kemandirian, dan dari kemandirian, tumbuh kepedulian untuk sesama. (red)















