BONE, NALARMEDIA — Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone sukses menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan di Aula Utama IAIN Bone, Kamis (16 April 2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mencetak Entrepreneur Muslim Berintegritas: Kolaborasi Nilai Keislaman, Inovasi, dan Kepemimpinan” dan diikuti oleh 368 peserta.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Biro AUAK, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag, yang hadir mewakili Rektor IAIN Bone.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Seminar ini menghadirkan narasumber nasional, H. Faisal Ibrahim Surur, Lc., M.Si, seorang praktisi di bidang haji dan umrah dengan pengalaman lebih dari dua dekade.
Dalam pemaparannya, Faisal menegaskan bahwa kekuatan ekonomi umat merupakan bagian penting dalam menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dalam Islam, kita harus kuat, termasuk secara ekonomi, agar bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi lebih pada kedisiplinan dan karakter.
“Tidak mengapa kalah pintar, tapi harus punya kedisiplinan,” tegasnya.
Selain itu, Faisal menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam dunia usaha.
Menurutnya, konsistensi, kejujuran, dan amanah menjadi modal utama yang nilainya jauh melampaui materi.
“Tidak mengapa kalah modal, selama unggul dalam konsistensi, kejujuran, dan amanah. Karena kepercayaan adalah modal yang tak ternilai,” sambungnya.
Dalam sesi yang berlangsung hangat dan inspiratif, ia juga menguraikan prinsip-prinsip dasar kewirausahaan, seperti pentingnya disiplin, menjaga sholat, integritas, loyalitas, serta menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam membentuk ketangguhan seorang entrepreneur.
Faisal turut memperkenalkan konsep networking value sebagai kekuatan dalam membangun relasi bisnis, serta empat tahapan kehidupan, yakni survive, secure, success, dan significant, di mana tahap terakhir merupakan puncak kontribusi seseorang dalam memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Mengutip pandangan Jack Ma, ia menjelaskan pentingnya proses bertahap dalam meraih kesuksesan, mulai dari belajar, membangun usaha, hingga berbagi manfaat kepada orang lain.
Tak hanya teori, Faisal juga membagikan kisah inspiratif masa kecilnya di Pompanuа, Bone.
Ia tumbuh dalam lingkungan sederhana dan sejak dini telah terbiasa bekerja keras, mulai dari mengantar es lilin ke sekolah hingga ke toko-toko kelontong.
Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, ketekunan, dan konsistensi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta mampu menjadi entrepreneur muslim yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Turut memberikan sambutan, Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Drs. H. Ruslan DMT, M.Ag, bersama jajaran civitas akademika yang hadir memeriahkan kegiatan tersebut. (rls/red)















