Tiga Hari Tanpa Air, Warga Sungai Musi Bone Mengeluh, Perumda Terapkan Sistem Gilir Pasokan

Warga di Kabupaten Bone, khususnya di Jalan Sungai Musi, mengeluhkan tidak adanya pasokan air bersih selama tiga hari terakhir dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Wae Manurung. (ist)
banner 325x300

 

BONE, NALARMEDIA — Warga di Kabupaten Bone, khususnya di Jalan Sungai Musi, mengeluhkan tidak adanya pasokan air bersih selama tiga hari terakhir dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Wae Manurung.

Keluhan ini disampaikan salah satu warga, Emhy, pada Kamis (16 April 2026).

Menurut Emhy, kondisi tersebut sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Warga berharap ada solusi cepat dari pihak pengelola air minum daerah.

Menanggapi hal itu, Direktur Perumda Air Minum Wae Manurung Kabupaten Bone, Muh. Bachtiar Sairing, menjelaskan bahwa penurunan produksi air menjadi penyebab utama terganggunya distribusi.

“Sejak produksi air di Sumber Wollangi terus menurun, kami terpaksa mengambil kebijakan pengaturan atau pembagian air setiap dua hari sekali. Kami memahami ini menyusahkan pelanggan, namun ini langkah yang harus diambil dalam kondisi saat ini,” ujarnya.

Bachtiar juga mengungkapkan bahwa kondisi paling parah terjadi pada pelanggan yang bergantung pada sumber air di wilayah Cinnong.

Bahkan, kata dia, masalah ini telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

“Produksi air di Cinnong hampir bisa dikatakan nol. Ini yang paling terdampak,” jelasnya.

Meski demikian, Bachtiar memastikan bahwa distribusi air untuk wilayah Sungai Musi dijadwalkan kembali mengalir pada hari ini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *