Kasihan! Warga Bone Hidup Di Gubuk 4×4 Meter, Butuh Uluran Tangan

Di Desa Pada Cengnga, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hidup seorang lelaki renta bernama Masetang. Kehidupannya sangat memperihatinkan. Butuh uluran tangan. (Nalarmedia.id)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Di Desa Pada Cengnga, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hidup seorang lelaki renta bernama Masetang. Kehidupannya sangat memperihatinkan. Butuh uluran tangan.

Di usianya yang telah menginjak 65 tahun, ia tinggal dalam kondisi yang sangat butuh perhatian serius.

Gubuk berukuran 4 meter x 4 meter menjadi satu-satunya tempat ia berlindung dari panas dan hujan. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk, ditambal dengan seng bekas yang berkarat. Lantainya masih berupa tanah, yang setiap musim hujan berubah menjadi becek dan dingin, menambah berat kehidupan yang harus ia jalani seorang diri.

Tak ada perabotan layak di dalamnya. Hanya beberapa barang sederhana yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya.

Di tempat itulah Masetang beristirahat, berharap hari esok membawa perubahan, meski dalam keterbatasan yang begitu nyata.

Kondisi ini tentu mengetuk hati siapa saja yang melihatnya. Di tengah usia senja, Masetang seharusnya merasakan ketenangan dan kenyamanan, bukan justru bertahan dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Sekretaris Desa Pada Cengnga, Andi Dewi Permata Sari, mengungkapkan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas Kabupaten Bone agar Masetang bisa mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.

Harapan kini tertuju pada berbagai pihak, terutama lembaga dan dermawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kisah Masetang adalah potret nyata bahwa masih ada saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan.

Di balik gubuk kecilnya, tersimpan harapan besar akan hadirnya kepedulian. Sebab bagi Masetang, rumah sederhana yang layak bukanlah kemewahan—melainkan kebutuhan dasar yang hingga kini belum ia rasakan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *