GPM Hadir Lagi di Watampone, Komitmen Pemkab Bone Jaga Harga Pangan dan Tekan Inflasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Upaya menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bone. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di depan Masjid Raya Watampone, Selasa (28 April 2026).

Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Seperti pelaksanaan sebelumnya, sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“GPM ini adalah program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah,” tuturnya, Senin (27 April 2026).

Ia juga berharap kehadiran program ini dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.

“Harapan kami, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan harga di bawah pasar, tentu ini sangat membantu, terutama bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Zainal mengungkapkan bahwa GPM mandiri akan terus dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dengan lokasi yang berpindah-pindah.

Hal ini dilakukan agar jangkauan manfaat program semakin luas dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Bone.

Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah ini juga sejalan dengan tekad Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), bersama Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dalam memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah tidak hanya hadir sebagai pengendali kebijakan, tetapi juga sebagai solusi nyata di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

Program ini menjadi bukti komitmen dalam menjaga daya beli warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *