Dari Rumah Rapuh ke Harapan Baru, BAZNAS Bone Wujudkan Hunian Layak untuk Nelayan di Sibulue

Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone melalui program Rumah Layak Huni.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone melalui program Rumah Layak Huni.

Kali ini, bantuan menyentuh kehidupan seorang nelayan, Arlan, warga Desa Pasaka, Kecamatan Sibulue, yang selama ini tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Arlan harus berjuang menghidupi dirinya dan sang adik dari hasil melaut yang tak menentu.

Kondisi tersebut membuat impian untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman seakan sulit terwujud. Rumah yang ditempati sebelumnya pun sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Melihat kondisi itu, BAZNAS Kabupaten Bone bersama berbagai pihak bergerak cepat menghadirkan solusi nyata.

Melalui program Rumah Layak Huni, Arlan kini akhirnya memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan manusiawi.

Program ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak.

Zakat dari owner Surya Indah, H. Hanafing, menjadi sumber utama pembiayaan, sementara tenaga gotong royong masyarakat sekitar turut mempercepat proses pembangunan.

Koordinasi di lapangan juga didukung oleh Babinsa Desa Pasaka yang memastikan kegiatan berjalan lancar.

Peresmian rumah tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru dan rasa syukur.

Senyum bahagia terpancar dari wajah Arlan dan adiknya saat pertama kali menempati rumah baru mereka—sebuah simbol harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bone menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tergolong mustahik.

“Semoga bantuan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Bapak Arlan dan keluarganya, sekaligus menjadi ladang pahala bagi para muzakki yang telah menunaikan zakatnya,” ujarnya.

BAZNAS juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga, donatur, aparat desa, dan masyarakat dalam menghadirkan perubahan nyata.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial berkelanjutan.

Kisah Arlan menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun harapan—bahwa dari rumah sederhana, lahir kehidupan yang lebih bermartabat. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *