Mal Ratu Indah Naik Kelas! Kalla Resmi Mulai Pengembangan Kawasan Mixed-Use Modern di Jantung Kota Makassar

Mal Ratu Indah (MaRI) resmi memasuki fase baru pengembangan kawasan mixed-use melalui seremoni ground breaking yang digelar di area eks Hotel Sahid, Selasa (28 April 2026).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Mal Ratu Indah (MaRI) resmi memasuki fase baru pengembangan kawasan mixed-use melalui seremoni ground breaking yang digelar di area eks Hotel Sahid, Selasa (28 April 2026).

Momentum ini menjadi penanda dimulainya Tahap 1 transformasi MaRI menjadi kawasan terintegrasi yang memadukan fungsi komersial, hunian, hingga gaya hidup modern di pusat Kota Makassar.

Prosesi ground breaking berlangsung meriah dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Makassar, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, sektor perbankan, hingga mitra strategis lainnya.

Kehadiran para stakeholder tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan MaRI sebagai salah satu ikon pertumbuhan urban dan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Acara diawali sambutan Chief Executive Officer KALLA, Solihin Jusuf Kalla, yang menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat portofolio properti KALLA sekaligus menjaga eksistensi MaRI sebagai destinasi utama masyarakat.

“Pengembangan ini merupakan langkah yang luar biasa bagi kami, sekaligus menjadi kelanjutan dari Mal Ratu Indah yang kini telah beranjak sangat dewasa. Kami ingin memastikan MaRI terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan sebagai destinasi utama masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap proyek pengembangan tersebut yang diyakini akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar.

“Pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Kami berharap dapat melihat peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap dari hadirnya pengembangan Mal Ratu Indah ini,” katanya.

Ia juga menilai perkembangan Kota Makassar yang semakin dinamis membutuhkan kawasan terpadu yang mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup dan aktivitas masyarakat urban.

Seremoni kemudian dilanjutkan dengan prosesi ground breaking oleh jajaran Board of Director Kalla bersama Wali Kota Makassar sebagai simbol dimulainya pembangunan kawasan baru MaRI.

Pengembangan mixed-use MaRI dirancang dalam dua tahap besar. Tahap pertama difokuskan pada pembangunan area gedung parkir di kawasan existing parkir.

Sementara tahap kedua akan menghadirkan perluasan area mal dengan konsep ritel dan lifestyle modern yang terintegrasi dengan kawasan hunian.

Tak hanya itu, proyek ini juga akan menghadirkan apartemen modern setinggi 10 lantai hunian dengan 9 lantai parkir khusus penghuni. Kawasan tersebut juga dilengkapi ballroom di area rooftop parkir serta total 230 unit apartemen yang dibangun dalam satu kawasan terpadu.

Pengembangan ini merupakan bagian dari perencanaan strategis jangka panjang yang telah dipersiapkan secara matang selama kurang lebih dua tahun terakhir, mulai dari proses desain arsitektur, kajian teknis, hingga pembongkaran eks Hotel Sahid sebagai bagian dari penataan kawasan.

Secara keseluruhan, proyek pengembangan mixed-use MaRI ditargetkan rampung pada 2028 dan diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi, bisnis, serta gaya hidup baru di Indonesia Timur.

Sebagai salah satu pionir pusat perbelanjaan di kawasan timur Indonesia, MaRI juga terus menunjukkan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta sertifikasi bangunan hijau Greenship Existing Building peringkat Gold.

Pencapaian itu semakin memperkuat posisi MaRI sebagai pelopor transformasi gedung komersial ramah lingkungan dan modern di Makassar.

Ground breaking ini menjadi langkah awal dari visi besar Kalla Land & Property dalam menghadirkan kawasan mixed-use terintegrasi yang memadukan hunian, pusat belanja, gaya hidup, hingga ruang interaksi masyarakat dalam satu kawasan modern dan berkelanjutan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *