SINJAI, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menandai langkah besar dalam reformasi birokrasi dengan meluncurkan aplikasi SAMAKI (Sistem Aplikasi Manajemen Akselerasi Inovasi), Selasa (5 Mei 2026).
Peluncuran yang berlangsung di Gedung Command Center, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai ini menjadi simbol dimulainya era baru tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berbasis data.
Mengusung tema “Bersama SAMAKI, Inovasi Sinjai yang Lebih Maju, Adaptif, dan Berdaya Saing”, aplikasi yang hadir sebagai jawaban atas kebutuhan percepatan inovasi di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan bahwa peluncuran SAMAKI bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak perubahan besar dalam cara kerja birokrasi.
“Kita tidak boleh lagi bekerja secara linier. Di tengah keterbatasan anggaran, kita membutuhkan lompatan cara kerja yang inovatif untuk mencapai efisiensi yang radikal. SAMAKI hadir sebagai instrumen strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” tegasnya.
Melalui SAMAKI, seluruh data inovasi dari setiap perangkat daerah akan terintegrasi secara sistematis.
Sistem ini memungkinkan dokumentasi yang rapi sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy).
Kehadiran platform ini juga diyakini akan memperkuat posisi Kabupaten Sinjai dalam penilaian indeks inovasi daerah di tingkat nasional.
Tak hanya meluncurkan aplikasi, Bupati Ratnawati juga mengeluarkan instruksi tegas: setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melahirkan minimal satu inovasi strategis.
Seluruh proses inovasi tersebut harus diinput secara disiplin ke dalam sistem SAMAKI.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh perubahan pola pikir aparatur.
Budaya kerja kolaboratif, kreatif, dan solutif menjadi fondasi utama.
“Saya akan memantau dashboard SAMAKI secara rutin untuk melihat siapa yang benar-benar bergerak dan siapa yang hanya diam. Runtuhkan tembok ego sektoral, karena kolaborasi adalah harga mati,” tegasnya lagi.
Menutup arahannya, Bupati Sinjai memberikan apresiasi kepada Balitbangda Sinjai sebagai penggagas aplikasi ini.
Ia juga mengungkapkan filosofi di balik nama SAMAKI yang sarat makna kebersamaan.
“Kata SAMAKI bukan hanya nama aplikasi, tetapi doa dan komitmen kita. Sama-samaki’, bersama-sama kita bangun Sinjai menjadi daerah yang lebih baik,” pungkasnya.
Peluncuran ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir, Sekretaris Daerah Sinjai Andi Jefrianto Asapa, para staf ahli, asisten Setdakab, kepala OPD, kepala bagian, serta para camat se-Kabupaten Sinjai.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif untuk mengakselerasi inovasi demi pelayanan publik yang lebih unggul di Kabupaten Sinjai. (rls/red)















