BONE, NALARMEDIA — Setelah melaksanakan olahraga jalan pagi di kawasan Lapangan Merdeka Bone, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman atau yang akrab disapa BupAAS, melanjutkan kegiatan dengan berdialog secara daring bersama warga Bone yang kini bekerja di Jepang, Ahad (17 Mei 2026).
Momen hangat yang berlangsung di podium Lapangan Merdeka itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyemangat bagi para pekerja migran asal Bone yang tengah meniti karier di Negeri Sakura.
Dalam bincang santai tersebut, BupAAS menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para pekerja agar menjalani pekerjaan dengan baik, tulus, dan disiplin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik keluarga dan daerah selama berada di luar negeri.
“Bekerjalah dengan baik, ikhlas, dan disiplin. Jangan lupa mendoakan orang tua dan daerah Bone. Jadikan pengalaman di Jepang ini sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga,” pesan BupAAS.
Ia juga meminta para pekerja muda asal Bone untuk tidak takut menghadapi tantangan dan kegagalan.
Menurutnya, keberanian mencoba dan keluar dari zona nyaman merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih baik.
“Jangan takut gagal. Semua proses adalah pengalaman penting untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan sukses,” tambahnya.
Dialog daring tersebut disambut antusias para pekerja yang tampak bangga bisa berbincang langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Bone meski berada ribuan kilometer dari kampung halaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Andi Muchlis, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang kerja global bagi generasi muda daerah.
Menurutnya, melalui fasilitasi pemerintah daerah, saat ini sebanyak 73 tenaga kerja asal Bone telah mengikuti program penempatan kerja ke Jepang.
“Sebanyak 60 orang sudah resmi diberangkatkan, sementara 13 lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan dan menjalani tahap pembelajaran lanjutan,” jelas Andi Muchlis.
Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan BupAAS bersama Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, untuk memperluas akses lapangan kerja hingga ke tingkat internasional.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka peluang kerja yang lebih luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global,” ungkapnya.
Andi Muchlis menjelaskan, para tenaga kerja yang dikirim ke Jepang telah melalui proses seleksi yang ketat, pelatihan intensif, serta pembekalan keterampilan dan kemampuan bahasa Jepang.
“Mereka ini sudah siap kerja. Selain memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai, juga dibekali skill sesuai kebutuhan industri di sana,” tambahnya.
Adapun sektor pekerjaan yang digeluti tenaga kerja asal Bone di Jepang cukup beragam, mulai dari perikanan budidaya, perikanan tangkap, pengolahan makanan, percetakan, pengolahan hasil laut, pengolahan roti, hingga sektor pertanian.
Program penempatan kerja luar negeri tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bone.
Selain membantu peningkatan ekonomi keluarga, pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bone yang memiliki daya saing global dan membawa pulang pengetahuan baru untuk kemajuan daerah.
Di bawah kepemimpinan BupAAS dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong lahirnya tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di pasar internasional.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri Bone memiliki potensi besar untuk berkiprah hingga ke mancanegara dan mengharumkan nama daerah di tingkat dunia. (red)















