Pemkab Bone Targetkan 10 Tukang Bersertifikat Tiap Desa

200 Pekerja Konstruksi Ikut Sertifikasi di Proyek Sekolah Rakyat

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin membuka kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) bagi tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 7 pada proyek APBN, APBD, dan BUJK swasta di pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone, Sabtu (23 Mei 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Hal itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) bagi tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 7 pada proyek APBN, APBD, dan BUJK swasta di pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone, Sabtu (23 Mei 2026).

Kegiatan yang berlangsung di lokasi Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan 2 di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur tersebut dibuka langsung Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin.

Program sertifikasi itu merupakan bagian dari dukungan manajemen Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi pada proyek strategis pemerintah maupun swasta.

Sebanyak 200 tenaga kerja konstruksi mengikuti proses sertifikasi yang dilakukan langsung di area proyek pembangunan.

Para asesor nantinya akan turun ke titik kerja masing-masing peserta untuk menilai keterampilan sekaligus melakukan wawancara kompetensi di lapangan.

Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad N. Damopoli, menjelaskan sistem sertifikasi dirancang agar tidak mengganggu proses pembangunan proyek.

“Peserta kurang lebih 200 orang dari berbagai jabatan kerja konstruksi. Sertifikasi ini tidak mengganggu pekerjaan mereka karena para peserta tetap bekerja di titik masing-masing. Nantinya asesor yang akan mendatangi langsung lokasi kerja untuk melihat keterampilan dan melakukan wawancara terkait kompetensi masing-masing tenaga kerja,” ujarnya.

Plh. Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, mengatakan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan mutu dan standar pekerjaan konstruksi tetap terjaga.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi momentum membangun SDM konstruksi yang kompeten dan profesional.

“Agenda sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh pekerjaan konstruksi memenuhi ketentuan dan standar mutu yang berlaku. Kami menyambut baik inisiatif ini karena bukan hanya bicara pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten dan profesional,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Di Bone akan dibangun fasilitas lengkap mulai dari SD, SMP, SMA, asrama, dapur, hingga masjid dengan target penyelesaian akhir Juni mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Moh. Hasbi Assidiqi, menekankan bahwa sertifikasi merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap kompetensi tenaga kerja konstruksi.

“Ke depan, dunia konstruksi akan semakin ketat. Setiap tenaga kerja harus memiliki pengakuan kompetensi melalui sertifikat resmi. Jangan sampai seseorang dianggap tenaga ahli tetapi tidak memiliki bukti kompetensi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone, Kasdar, menegaskan bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri bagi seluruh pekerja di lapangan.

“Kami berharap seluruh pekerja selalu menggunakan alat pelindung diri seperti helm dan sepatu keselamatan. Jangan pernah mengabaikan keselamatan kerja karena ini menyangkut perlindungan diri sendiri,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian PUPR, Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Balai Prasarana Strategis, para asesor hingga seluruh stakeholder yang bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bone.

Menurutnya, pembangunan sejati tidak hanya menghadirkan gedung dan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia yang kompeten dan berkualitas.
“Yang kita bangun di sini bukan sekadar gedung sekolah, tetapi masa depan dan harapan anak-anak kita.

Kehadiran Sekolah Rakyat ini menjadi bentuk nyata negara hadir untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Wabup Bone juga mengungkapkan target besar pemerintah daerah untuk memperluas jumlah tenaga kerja konstruksi tersertifikasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Kami memiliki target ke depan minimal ada 10 tenaga kerja konstruksi tersertifikasi di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Bone. Ini langkah besar untuk menciptakan SDM konstruksi yang kompeten sehingga ketika ada proyek pemerintah maupun swasta, tenaga kerja lokal kita sudah siap bersaing dengan kualitas yang baik,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *