BupAAS Kawal Sekolah Rakyat di Bone, Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Penjangkauan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Kabupaten Bone di Gedung PKK Bone, Senin (25 Mei 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.

Hal itu ditegaskan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Penjangkauan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Kabupaten Bone di Gedung PKK Bone, Senin (25 Mei 2026).

Dalam sambutannya, BupAAS menegaskan dirinya akan mengawal langsung keberlangsungan program Sekolah Rakyat yang merupakan solusi pemerintah dalam menghadirkan pendidikan gratis bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini adalah solusi pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis,” tegas BupAAS.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bone mendapat dukungan anggaran yang sangat besar untuk pengembangan program tersebut.

Bahkan, kata dia, pemerintah pusat menggelontorkan bantuan sebesar Rp230 miliar untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone.

“Ini investasi pemerintah yang sangat besar untuk masa depan generasi Bone. Karena itu, tidak boleh ada lagi putra-putri Bone yang tidak sekolah atau putus sekolah,” ujarnya.

BupAAS berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu mencetak generasi unggul dan calon pemimpin masa depan dari Kabupaten Bone.

“Sekolah Rakyat harus bisa melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Bisa jadi jebolan Akmil, Akpol, bahkan menjadi bupati dan pemimpin lainnya,” ungkapnya penuh optimisme.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, BupAAS meminta para kepala desa dan lurah untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal program Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

“Kepala desa dan lurah harus aktif mendata, mengawal, dan memastikan anak-anak yang membutuhkan bisa masuk Sekolah Rakyat. Ini program besar untuk masa depan daerah,” katanya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, kepala desa, lurah, serta berbagai pihak terkait yang akan terlibat dalam proses penjangkauan dan pendataan calon peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone. Harus tepat sasaran.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *