BONE, NALARMEDIA – Kinerja perekonomian Kabupaten Bone menunjukkan capaian yang membanggakan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 7,84 persen, sebuah angka yang menegaskan kuatnya laju pembangunan dan aktivitas ekonomi di Bumi Arung Palakka.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Bone tengah berada pada jalur pertumbuhan yang progresif.
Angka 7,84 persen itu bahkan diproyeksikan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan maupun nasional pada periode yang sama.
Pertumbuhan ekonomi yang impresif ini dinilai tidak terlepas dari berbagai program pembangunan yang dijalankan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, melalui visi pembangunan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sejak awal memimpin Kabupaten Bone, pasangan yang dikenal dengan tagline Beramal tersebut menjadikan penguatan ekonomi daerah sebagai salah satu prioritas utama. Berbagai kebijakan diarahkan untuk memperkuat sektor produktif, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
Salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Bone adalah pembangunan infrastruktur yang terus dipacu.
Perbaikan jalan, pembangunan jembatan, sarana pendukung pertanian, hingga peningkatan fasilitas pelayanan publik menjadi fondasi penting dalam memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan aksesibilitas yang semakin baik, distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien. Dampaknya, produktivitas meningkat dan daya saing daerah semakin kuat.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Bone juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Berbagai program pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan zaman.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.
Pemanfaatan teknologi didorong dalam berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pengembangan UMKM, hingga pemasaran produk unggulan daerah. Digitalisasi dinilai membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Bone, berbagai program peningkatan produktivitas dan penguatan ketahanan pangan terus digencarkan.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Bone memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan Sulawesi Selatan dan Indonesia.
Masuknya investasi dan aliran anggaran dari luar daerah juga memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Program pemerintah pusat, bantuan pembangunan, serta investasi swasta mulai menunjukkan efek berganda yang mendorong perputaran ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas usaha masyarakat.
Pemerataan pembangunan hingga ke tingkat kecamatan dan desa menjadi faktor lain yang turut memperkuat fondasi ekonomi daerah. Kebijakan ini memastikan manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai pelosok Bone.
Ketua Asosiasi UMKM Lapangan Merdeka Singgah Sore Beramal, Adnan Nur Al-Madany, menilai berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bone telah memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil.
Menurutnya, kawasan Lapangan Merdeka Watampone kini telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi kerakyatan yang hidup dan ramai setiap hari. Kehadiran ruang publik yang aktif tersebut memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan.
“Lapangan Merdeka kini menjadi denyut kehidupan ekonomi rakyat. UMKM tumbuh, masyarakat berkumpul, dan aktivitas ekonomi bergerak setiap hari. Ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan,” ungkap Adnan.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin berlandaskan visi Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan (Maberre).
Menurutnya, berbagai kebijakan yang lahir selalu berangkat dari kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan administrasi kependudukan, hingga pengembangan konektivitas daerah.
“Termasuk upaya memperpanjang runway bandara dan pembangunan pelabuhan di Tonra sebagai komitmen mendorong peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone,” ujar BupAAS.
Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,84 persen pada Triwulan I 2026, Kabupaten Bone semakin menunjukkan optimisme sebagai daerah yang terus bergerak maju. Sinergi pembangunan infrastruktur, penguatan SDM, transformasi digital, sektor pertanian yang kokoh, serta dukungan investasi menjadi modal besar untuk mewujudkan Bone yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera. (red)















