BONE, NALARMEDIA – Kabupaten Bone menunjukkan tren ekonomi yang semakin menjanjikan.
Pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi daerah di bawah nakhoda pasangan yang beken dengan tagline Beramal ini diproyeksikan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan maupun nasional.
Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari berbagai program pembangunan yang digagas dan dijalankan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS), bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, melalui pasangan yang beken dengan tagline Beramal terus mendorong penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sejak awal kepemimpinannya, pasangan Beramal menempatkan pembangunan ekonomi sebagai salah satu prioritas utama.
Berbagai kebijakan yang diambil diarahkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat sektor-sektor produktif, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bone adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan aksesibilitas yang terus digenjot.
Perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, sarana pendukung pertanian, hingga fasilitas pelayanan publik menjadi fondasi penting dalam memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
Di sektor sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Bone juga terus melakukan berbagai program pembinaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Tidak hanya itu, transformasi digital juga menjadi salah satu fokus pembangunan.
Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pengembangan usaha mikro, hingga pemasaran produk-produk unggulan daerah.
Digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat.
Sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bone juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berbagai program peningkatan produktivitas pertanian, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan ketahanan pangan terus dilakukan.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Bone memiliki kontribusi besar terhadap produksi pangan di Sulawesi Selatan.
Kondisi ini menjadi modal kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat petani.
Faktor lain yang turut memberikan dampak signifikan adalah meningkatnya aliran anggaran dan investasi dari luar daerah yang masuk ke Bone.
Berbagai program pemerintah pusat, bantuan pembangunan, hingga investasi swasta mulai memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Masuknya anggaran dari luar daerah tersebut mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan aktivitas usaha masyarakat di berbagai sektor.
Di sisi lain, komitmen BupAAS dan Andi Akmal Pasluddin dalam menghadirkan pemerataan pembangunan juga menjadi salah satu kunci penting. Pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau kecamatan dan desa-desa sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pendekatan pembangunan yang inklusif tersebut dinilai mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi, penguatan sektor pertanian, masuknya investasi dan anggaran dari luar daerah, serta pemerataan pembangunan yang terus berjalan, Kabupaten Bone optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional pada tahun 2026.
Momentum ini menjadi sinyal positif bahwa Bone sedang bergerak menuju daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera dengan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh pelosok daerah.
Ketua Asosiasi UMKM Lapangan Merdeka Singgah Sore BERAMAL, Adnan Nur Al-Madany mengungkapkan, program Beramal berpihak kepada masyarakat.
Lapangan Merdeka Bone menjelma menjadi denyut kehidupan. Diakuinya ada peran Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) sebagai pejuang ekonomi kerakyatan.
Di bawah kepemimpinan BupAAS, kata Adnan, kawasan Lapangan Merdeka tidak sekadar menjadi titik keramaian.
Namun kini, wajah Lapangan Merdeka berubah total. Kawasan tersebut justru menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi kerakyatan yang paling hidup di Bumi Arung Palakka.
Setiap sore hingga malam, masyarakat berkumpul, UMKM bergerak, hiburan rakyat tumbuh, dan ruang publik menjadi lebih hidup.
Perubahan besar itu tidak hadir secara kebetulan. Transformasi Lapangan Merdeka tidak bisa dilepaskan dari keberanian dan keberpihakan BupAAS, terhadap pelaku usaha kecil.
Andi Asman menjadi sosok kunci yang memahami bahwa kekuatan ekonomi daerah sejatinya bertumpu pada rakyat kecil. UMKM bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan pondasi utama perputaran ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menjelaskan, memimpin Bone bersama Andi Akmal Pasluddin membawa visi Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan (Maberre).
Program dan kebijakan yang dilahirkan Pemkab Bone berdasarkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, infrastruktur jalan yang terus dipacu, pendekatan pelayanan administrasi kependudukan, dan berbagai langkah lainnya.
“Termasuk upaya memperpanjang runway bandara dan pembangunan pelabuhan di Tonra sebagai komitmen mendorong peningkatan pembangunan di Kabupaten Bone,” tandasnya. (red)















