Telkomsel Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Dorong Dampak Nyata untuk Generasi Masa Depan

Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia.
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA – Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia.

Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang terintegrasi, Telkomsel terus berupaya menciptakan nilai lebih tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi seluruh ekosistem yang tumbuh bersama perusahaan.

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz F.M. Hendropriyono, menegaskan bahwa isu perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh sektor, termasuk dunia usaha.

“Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkap Diaz.

Ia mengapresiasi langkah Telkomsel yang terus menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan meskipun tidak bergerak di sektor ekstraktif.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun,” papar Nugroho.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Jaga Cita: Memberdayakan Talenta dan Memperluas Akses Digital

Melalui program Jaga Cita, Telkomsel terus memperluas akses layanan digital sekaligus memberdayakan masyarakat Indonesia agar dapat berkembang di era ekonomi digital.

Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk layanan di lebih dari 360 desa yang sebelumnya masuk kategori blank spot.

Selain itu, sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda mendapatkan manfaat dari berbagai program sosial berbasis digital yang dijalankan perusahaan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga terus dilakukan melalui pengembangan keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.

Jaga Data: Menjaga Kepercayaan Pelanggan

Dalam aspek perlindungan data, Telkomsel mengedepankan tata kelola yang kuat melalui implementasi standar internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan data pelanggan sekaligus memperkuat sistem perlindungan siber yang andal dan terpercaya di tengah meningkatnya tantangan digital.

Jaga Bumi: Kurangi Emisi, Perkuat Ketahanan Lingkungan

Di sektor lingkungan, Telkomsel terus mempercepat berbagai program pengurangan jejak karbon. Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya dan mikrohidro.

Perusahaan juga mencatat capaian 100 persen pengelolaan limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, dan refurbish. Sementara seluruh kemasan kartu SIM kini telah menggunakan material kertas ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya carbon offsetting, Telkomsel menanam lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025. Berbagai langkah juga dilakukan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur telekomunikasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk BTS, Telkomsel Technical Center (TTC), hingga gedung operasional.

Kontribusi Luas bagi Ekosistem Nasional

Dampak keberlanjutan yang dihadirkan Telkomsel tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat luas.

Sepanjang 2025, sekitar 83 persen total pendapatan perusahaan didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, dan karyawan. Kontribusi tersebut turut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan.

“Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi serta membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group, Telkomsel juga terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung target pengurangan emisi dan pencapaian Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan oleh Telkom Group.

Dengan langkah-langkah tersebut, Telkomsel menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia dan generasi mendatang. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *