BONE, NALARMEDIA – Perum BULOG terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan di tengah dinamika harga pangan yang terjadi di berbagai daerah.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG Bone mencapai sekitar 81.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan hingga intervensi stabilisasi harga beras di pasaran.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG Bone mencapai sekitar 81.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Kabupaten Bone,” papar Iskandar.
Ketersediaan stok yang melimpah tersebut menjadi modal penting dalam memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh beras, sekaligus menjaga agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Di sisi lain, program Bantuan Pangan Beras yang tengah berjalan juga menunjukkan progres yang sangat menggembirakan.
Hingga 7 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Bone telah mencapai hampir 95 persen.
Sebanyak 66.573 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan dari total target 70.445 KPM. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan sepenuhnya hingga akhir Juni 2026.
Percepatan distribusi bantuan pangan ini diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, sekaligus membantu mengurangi tekanan kenaikan harga beras di pasaran.
Selain bantuan pangan, BULOG juga terus memperluas distribusi beras SPHP melalui berbagai jalur resmi seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Menurut Iskandar, beras SPHP merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga beras di pasar. Dengan dukungan stok yang kuat serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.
BULOG juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja untuk mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Iskandar.
Dengan stok mencapai 81 ribu ton dan penyaluran bantuan pangan yang hampir rampung, BULOG Bone kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. (ADV)















