MAKASSAR, NALARMEDIA – Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka.
Bagi Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI atau yang akrab disapa Deng Ical, Tahun Baru Islam adalah momen penuh makna untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Dalam pandangannya, peristiwa hijrah yang menjadi tonggak lahirnya penanggalan Islam mengajarkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan harapan.
Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat dengan nilai-nilai kebaikan.
“Tahun Baru Islam mengingatkan kita bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, keluarga, maupun sesama manusia,” ujar Deng Ical, Selasa (16 Juni 2026).
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar itu, semangat hijrah sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini.
Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat diajak untuk tidak kehilangan arah dan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai pegangan hidup.
Deng Ical menilai, makna hijrah juga harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, semangat gotong royong, serta komitmen menjaga persatuan menjadi bagian penting dari nilai-nilai yang diwariskan dalam perjalanan hijrah Rasulullah SAW.
“Hijrah mengajarkan kita untuk meninggalkan hal-hal yang tidak baik dan menggantinya dengan sikap yang membawa manfaat. Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih peduli, lebih jujur, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Di momen 1 Muharram, Deng Ical juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan pergantian tahun secara seremonial, tetapi menjadikannya sebagai ruang perenungan.
Sebab, setiap pergantian waktu sesungguhnya adalah pengingat bahwa usia terus bertambah dan kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga langkah-langkah yang kita tempuh ke depan dipenuhi kebaikan, dan kita diberi kekuatan untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna,” harapnya.
Bagi Deng Ical, Tahun Baru Islam adalah tentang harapan yang tidak pernah padam. Sebuah kesempatan untuk membuka lembaran baru, meninggalkan beban masa lalu, dan melangkah dengan hati yang lebih bersih menuju masa depan yang lebih baik.
Di situlah esensi hijrah yang sesungguhnya: berubah, bertumbuh, dan memberi manfaat bagi sesama. (red)















