BULUKUMBA, NALARMEDIA – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bulukumba terus mendorong lahirnya berbagai terobosan dalam sektor kesehatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Inovasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan Launching RUBRIK (Ruang Belajar dan Kolaborasi Inovasi Kesehatan) di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Kamis (18 Juni 2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya inovasi di lingkungan Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Kabupaten Bulukumba.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas aparatur, memperluas kolaborasi, serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Sekretaris Dinas Kesehatan, para kepala bidang, kepala sub bagian, kepala puskesmas, pengelola program, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan inovasi daerah.
Kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Bulukumba, Anugrahwati Husain, yang hadir mewakili peran Bapperida sebagai pembina inovasi daerah.
Dalam pemaparannya, Anugrahwati menegaskan bahwa inovasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
“Inovasi harus menjadi bagian dari budaya organisasi. Setiap gagasan yang lahir perlu diarahkan menjadi solusi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus mampu membangun budaya kerja yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif agar dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, materi penguatan inovasi bidang kesehatan disampaikan oleh Dr. Abdul Rahman Ramlan.
Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan melalui kepemimpinan yang mendukung perubahan, kolaborasi lintas sektor, serta kemampuan organisasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan kesehatan secara kreatif dan efektif.
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi RUBRIK (Ruang Belajar dan Kolaborasi Inovasi Kesehatan), sebuah inovasi yang dikembangkan sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, dokumentasi inovasi, berbagi praktik terbaik (best practice), sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi inovasi kesehatan di Kabupaten Bulukumba.
Kehadiran RUBRIK diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh tenaga kesehatan untuk saling bertukar pengalaman, mengembangkan ide-ide kreatif, serta memperkuat implementasi inovasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Melalui platform tersebut, berbagai inovasi yang telah lahir di lingkungan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas dapat terdokumentasi dengan baik, dikembangkan secara berkelanjutan, dan direplikasi di berbagai unit kerja lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, menyampaikan bahwa penguatan inovasi merupakan bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan yang saat ini terus digencarkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat bahwa inovasi adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran RUBRIK diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai terobosan pelayanan kesehatan yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif melalui sesi diskusi serta tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta.
Berbagai pengalaman, tantangan, hingga peluang pengembangan inovasi kesehatan dibahas secara terbuka sebagai bagian dari upaya membangun budaya inovasi yang semakin kuat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus mengembangkan inovasi kesehatan yang berkualitas, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi dan peluncuran RUBRIK ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menegaskan keseriusannya dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin responsif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (red)















