BONE, NALARMEDIA — Suasana Pasar Rakyat Lippujange di Jalan Poros Camming, Desa Walimpong, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sabtu (27 Juni 2026) pagi, mendadak lebih ramai dari biasanya.
Bukan karena adanya promo besar atau hiburan, melainkan karena kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, yang secara spontan “mendadak” menjadi penjual es cendol dawet.
Momen sederhana namun penuh keakraban itu sontak menarik perhatian para pedagang dan pengunjung pasar.
Mengenakan busana yang anggun namun tetap sederhana, Hj. Maryam terlihat melayani pembeli secara langsung.
Dengan senyum ramah, ia menuangkan cendol, menambahkan santan, gula merah, dan es batu ke dalam gelas sebelum menyerahkannya kepada para pembeli.
Aksi tersebut mengundang antusiasme masyarakat.
Banyak pengunjung yang mengabadikan momen langka itu melalui telepon genggam mereka, sementara sebagian lainnya rela mengantre untuk membeli es cendol dawet yang diracik langsung oleh istri Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) tersebut.
Bagi masyarakat yang hadir, kehadiran Hj. Maryam di balik meja dagangan menjadi bukti bahwa seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membaur dengan masyarakat hingga merasakan langsung denyut kehidupan para pelaku usaha kecil.
Suasana pun berubah menjadi hangat dan penuh canda. Hj. Maryam tampak berbincang akrab dengan para pedagang, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memberikan semangat agar terus mengembangkan usahanya.
Kehadiran Ketua TP PKK Bone di Pasar Rakyat Lippujange juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Aksi sederhana tersebut menuai apresiasi dari warga. Mereka menilai sikap merakyat yang ditunjukkan Hj. Maryam mampu menciptakan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Momen “dadakan” menjadi penjual es cendol dawet itu pun menjadi salah satu pemandangan paling menarik di Pasar Rakyat Lippujange hari itu.
Di balik segelas minuman tradisional yang disajikan, tersirat pesan tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian terhadap pelaku UMKM, serta semangat untuk terus menghidupkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bone. (red)















