Wabup Andi Akmal Ajak Semua Pihak Jaga DAS Bila Walannae, Kolaborasi Jadi Kunci Kelestarian Lingkungan

Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., saat membuka Sosialisasi Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Bila Walannae dan Forum DAS, di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Bone, Rabu (1 Juli 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., saat membuka Sosialisasi Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Bila Walannae dan Forum DAS, di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Bone, Rabu (1 Juli 2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Forum DAS Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Usman Arsyad, M.P., I.P.U., yang juga akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, serta diikuti jajaran perangkat daerah, para pemangku kepentingan, akademisi, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan daerah aliran sungai.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Andi Muh. Yusuf, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa penyusunan RPDAS Bila Walannae merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan DAS hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci agar pengelolaan DAS dapat dilakukan secara terpadu, menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum DAS Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Usman Arsyad, menegaskan bahwa kawasan hulu hingga hilir harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem yang wajib dijaga bersama.

Ia menjelaskan, RPDAS bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman dalam mengintegrasikan berbagai program lintas sektor, mulai dari konservasi, rehabilitasi lahan, hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“Forum DAS hadir sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga fungsi ekologis DAS sekaligus mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan,” katanya.

Membuka kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan bahwa keberadaan Daerah Aliran Sungai Bila Walannae memiliki peran yang sangat strategis bagi kehidupan masyarakat, mulai dari menjaga keseimbangan ekosistem, menjamin ketahanan sumber daya air, hingga menopang sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, menjaga DAS bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Pengelolaan daerah aliran sungai tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar upaya pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegas Wakil Bupati.

Ia juga mengapresiasi terbentuknya Forum DAS sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi dalam merumuskan langkah-langkah strategis menjaga kelestarian DAS Bila Walannae.

Melalui forum tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen dalam mengelola kawasan DAS secara terpadu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Sosialisasi RPDAS Bila Walannae diharapkan menjadi titik awal semakin kuatnya sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga fungsi daerah aliran sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus fondasi pembangunan Kabupaten Bone yang berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *