BONE, NALARMEDIA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mempercepat pembangunan infrastruktur terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Hal itu ditunjukkan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), saat menerima audiensi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc., di Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Senin (27 Juli 2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Kabupaten Bone, mulai dari jalan, jembatan, irigasi, hingga program penyediaan air bersih.
Dalam audiensi itu, BupAAS didampingi Asisten I dan Asisten II Setda Bone bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala BKPSDM, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone memiliki banyak aspirasi pembangunan yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai usulan tersebut.
“Kami menerima cukup banyak aspirasi dari Bone, mulai P3A, Pamsimas, dan berbagai kebutuhan lainnya. Luas sekali daerah yang Bapak Bupati pimpin. Pada prinsipnya, kami akan mengusulkan dan mengawal seluruh rekomendasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bone,” ujar Teguh.
Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai langkah pembangunan yang telah dilakukan Bupati Bone.
Menurutnya, kepemimpinan BupAAS serta jaringan yang dimilikinya menjadi modal penting untuk memperjuangkan percepatan pembangunan di tingkat nasional.
Sementara itu, Bupati Bone memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai sangat mendesak dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Salah satu prioritas utama yang disampaikan adalah pembangunan jembatan di Desa Ajallasse, Kecamatan Cenrana.
Hingga saat ini, sedikitnya lima desa masih mengalami keterisolasian karena belum tersedianya akses jembatan yang memadai.
“Di Desa Ajallasse, Kecamatan Cenrana, masyarakat sangat membutuhkan jembatan. Ada lima desa yang masih terisolasi. Sejak lahir hingga mengantar jenazah ke pemakaman, masyarakat masih harus menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkap BupAAS.
Selain Ajallasse, Bupati juga menyoroti kondisi akses jalan dan jembatan di kawasan Pasaka, Kecamatan Sibulue. Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus memutar melalui Kecamatan Mare untuk kembali menuju wilayah Sibulue, meskipun masih berada dalam kecamatan yang sama. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian.
Menurut BupAAS, percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi kunci untuk membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia berharap dukungan Komisi V DPR RI dapat mempercepat realisasi berbagai program pembangunan di Kabupaten Bone melalui alokasi anggaran pemerintah pusat.
Audiensi tersebut menjadi bukti semakin eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan DPR RI dalam memperjuangkan pembangunan yang merata. Dengan dukungan lintas pemerintahan, harapan masyarakat terhadap hadirnya infrastruktur yang layak dan berkualitas di berbagai pelosok Bone diharapkan segera terwujud. (red)















