MAKASSAR, NALARMEDIA — Dunia industri pelayaran ternyata menyimpan peluang karier yang besar bagi lulusan Teknik Listrik.
Hal itu terungkap dalam Kuliah Tamu bertajuk “Mengenal Dunia Kerja di Industri Perkapalan: Persiapan, Tugas dan Peluang Karier” yang digelar Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa (Poltekbos), Selasa (11 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan alumnus Poltekbos, Muhammad Hermansyah, A.Md., yang kini berkarier sebagai Electrician di PT Asia Marine.
Di hadapan mahasiswa, Hermansyah membagikan pengalaman sekaligus gambaran nyata mengenai dunia kerja di industri pelayaran.
Ia mengungkapkan, tenaga listrik memiliki posisi yang sangat strategis di atas kapal. Seorang electrician bertanggung jawab memastikan seluruh sistem kelistrikan, baik arus kuat maupun arus lemah, tetap berfungsi selama kapal beroperasi.
“Di kapal biasanya tenaga listrik hanya satu orang. Karena itu, seorang electrician dituntut mampu bekerja mandiri, cepat menganalisis gangguan, sekaligus menjadi problem solver ketika terjadi kerusakan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Menurut Hermansyah, cakupan pekerjaan electrician kapal sangat luas karena harus menangani sistem kelistrikan pada berbagai jenis kapal, termasuk kapal amfibi yang dapat beroperasi di laut maupun darat.
Kebutuhan Electrician Masih Tinggi
Peluang karier di sektor pelayaran dinilai masih sangat terbuka.
Hermansyah menyebut kebutuhan tenaga listrik di industri tersebut masih jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai.
“Orang listrik masih sangat sulit dicari di industri pelayaran. Padahal jumlah kapal di Indonesia mencapai ribuan unit sehingga kebutuhan tenaga electrician terus meningkat,” katanya.
Menariknya, lulusan Teknik Listrik juga memiliki peluang meniti karier hingga posisi Electro Technical Officer (ETO) atau perwira listrik di atas kapal.
Jenjang tersebut menawarkan tanggung jawab lebih besar sekaligus prospek karier yang menjanjikan.
Namun, untuk mencapainya, lulusan harus melalui sejumlah tahapan pendidikan, pengalaman dan sertifikasi.
Lulusan Teknik Listrik dapat terlebih dahulu mengikuti program penyetaraan ke bidang pelayaran selama sekitar satu tahun.
Setelah itu, calon tenaga kapal wajib melengkapi persyaratan administrasi dan sejumlah sertifikasi dasar, antara lain Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), dan Advanced Fire Fighting (AFF).
Tahap berikutnya adalah mengikuti sertifikasi Electro Technical Rating (ETR) sebagai salah satu pintu masuk untuk bekerja sebagai tenaga listrik kapal.
Setelah mengantongi pengalaman kerja sekitar dua tahun sebagai ETR, peluang untuk melanjutkan pendidikan Electro Technical Officer (ETO) semakin terbuka.
Pendidikan ETO saat ini tersedia di sejumlah institusi pelayaran, termasuk Politeknik Pelayaran Surabaya dan Aceh.
Dengan sertifikasi ETO, lulusan dapat menduduki posisi perwira kapal dan bertanggung jawab terhadap sistem kelistrikan secara lebih luas.
Tak Cukup Jago Teknik
Di tengah kebutuhan tenaga listrik yang tinggi, Hermansyah mengingatkan mahasiswa bahwa kompetensi teknis saja belum cukup untuk memenangkan persaingan dunia kerja.
Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim dan kemampuan memecahkan masalah juga menjadi modal penting.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi selama masa kuliah dapat menjadi bekal berharga untuk membangun berbagai kemampuan tersebut.
“Di dunia kerja kita tidak hanya dituntut pintar secara teknis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, dan menjadi problem solver ketika menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kuliah tamu, karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi mengenai profesi electrician, tetapi juga memahami kompetensi nonteknis yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di industri.
Poltekbos Perkuat Link and Match dengan Industri
Ketua Program Studi D3 Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Sulistianingsih Nur Fitri, S.ST., M.T., mengatakan kuliah tamu merupakan bagian dari komitmen program studi menghadirkan pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, peluang kerja lulusan Teknik Listrik kini semakin luas. Tidak hanya manufaktur dan energi, tetapi juga sektor pertambangan hingga industri pelayaran.
“Lulusan Teknik Listrik memiliki peluang yang sangat besar untuk berkarier di berbagai sektor strategis. Industri pelayaran menjadi salah satu bidang yang membutuhkan tenaga ahli kelistrikan dalam jumlah besar dengan jenjang karier yang jelas,” jelas Sulistianingsih.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu mengetahui sejak dini kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
“Melalui kuliah tamu ini, kami ingin mahasiswa memahami kompetensi apa saja yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tambahnya.
Poltekbos juga terus memperkuat sinergi dengan dunia industri agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi memberikan gambaran nyata mengenai tantangan profesi dan kebutuhan lapangan kerja.
Kuliah tamu tersebut menjadi pengingat bahwa ijazah bukan satu-satunya tiket menuju dunia kerja. Kompetensi teknis, sertifikasi, pengalaman, kemampuan komunikasi dan kesiapan mental menjadi paket penting bagi mahasiswa Teknik Listrik yang ingin menembus industri pelayaran.
Dengan kebutuhan tenaga electrician yang terus berkembang, sektor perkapalan kini menjadi salah satu jalur karier potensial bagi lulusan Teknik Listrik Poltekbos—bahkan dengan peluang untuk terus naik kelas hingga menjadi perwira listrik kapal atau ETO. (ADV)















