AI Makin Canggih, Kalla Institute Tekankan Pentingnya “Human Skills” untuk Masa Depan Karier

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bergerak semakin cepat dan mulai mengubah wajah dunia kerja.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bergerak semakin cepat dan mulai mengubah wajah dunia kerja.

Namun, di tengah derasnya perkembangan teknologi, kemampuan manusia justru dinilai semakin penting.

Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, empati, kolaborasi hingga kepemimpinan menjadi bekal yang tak kalah penting bagi generasi muda agar mampu tetap relevan di tengah perubahan industri.

Pesan tersebut mengemuka dalam Makassar Marketing Festival (MMF) 2026 Campus Day yang digelar di Kalla Institute, Makassar, dengan mengusung tema “Future-Ready Leaders: Human + AI”.

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda tahunan MarkPlus Institute dan Marketeers Event itu mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk membahas masa depan industri, transformasi teknologi, perkembangan pemasaran, hingga kompetensi yang dibutuhkan generasi muda memasuki dunia kerja.

Rektor Kalla Institute, Syamril, menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tersebut.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan manusia yang menjadi keunggulan dan tidak mudah digantikan oleh mesin.

“AI akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti empati, kolaborasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Syamril.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah.

Adaptasi Jadi Kunci Hadapi Perubahan Industri

Dalam MMF 2026 Campus Day, Dean of MarkPlus Institute Ardhi Ridwansyah turut mengulas perubahan tren pemasaran dan kompetensi yang dibutuhkan di era digital.

Perubahan industri yang berlangsung cepat membuat kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci penting bagi generasi muda.

Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas, tetapi juga aktif mengikuti perkembangan teknologi, memahami kebutuhan industri, membangun jejaring, dan mengasah kemampuan praktis.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Dr. Andi Lukman, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Melalui sesi diskusi, mahasiswa mendapat kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber mengenai perubahan dunia kerja, peluang karier baru, kebutuhan industri, hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak bangku kuliah.

MarkPlus dan Kalla Institute Perkuat Kolaborasi

MMF 2026 Campus Day juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MarkPlus dan Kalla Institute.

Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, khususnya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem inovasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai dinamika dunia kerja dan perkembangan industri secara langsung.

Selain mengikuti berbagai sesi pembahasan, peserta MMF 2026 juga memperoleh Certificate of Attendance, wawasan mengenai perkembangan industri, informasi peluang kerja dan karier, serta kesempatan memperluas jejaring dengan akademisi maupun praktisi.

Melalui kegiatan ini, Kalla Institute kembali menegaskan komitmennya menyiapkan generasi muda yang tidak gamang menghadapi perkembangan AI.

Sebab, masa depan bukan tentang manusia melawan teknologi. Masa depan adalah tentang manusia yang mampu berkolaborasi dengan teknologi untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.

Dengan perpaduan human skills dan AI, generasi muda diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang adaptif, kreatif, inovatif, dan tetap menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *