Bukan Sekadar Bisa Naik Motor, Asmo Sulsel dan Polisi Tanamkan Budaya #Cari_Aman di Kalangan Pelajar Gowa

edukasi safety riding yang digelar Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Polsek Somba Opu di SMA Hasanuddin Gowa, Jumat (14 Agustus 2026).
banner 325x300

GOWA, NALARMEDIA — Keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya dengan mahir mengendarai sepeda motor.

Kesadaran mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan berkendara, dan menjaga fokus menjadi bagian penting yang harus ditanamkan sejak dini.

Pesan tersebut menjadi inti edukasi safety riding yang digelar Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Polsek Somba Opu di SMA Hasanuddin Gowa, Jumat (14 Agustus 2026).

Sekitar 65 siswa mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membangun kesadaran generasi muda agar lebih bertanggung jawab saat menjadi pengguna jalan.

Kegiatan diawali edukasi dari Polsek Somba Opu mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Para siswa diingatkan bahwa setiap aturan di jalan raya pada dasarnya dibuat untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.

Setelah itu, sesi safety riding dilanjutkan Wanny selaku instruktur safety riding Asmo Sulsel bersama Hasbi, Duta #Cari_Aman.

Keduanya mengajak para siswa memahami bahwa keselamatan harus dimulai bahkan sebelum kendaraan dinyalakan.

Mulai dari memastikan kondisi tubuh siap berkendara hingga menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Perlengkapan tersebut bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan memiliki fungsi penting dalam membantu mengurangi risiko cedera dan fatalitas apabila terjadi kecelakaan.

Wanny juga menekankan bahwa keselamatan berkendara sangat ditentukan oleh perilaku pengendara.

Mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, menjaga fokus, memperhatikan kondisi sekitar, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak siap merupakan bagian dari kebiasaan #Cari_Aman.

“Kami ingin para siswa tidak hanya mengetahui apa saja perlengkapan yang harus digunakan, tetapi juga memahami alasan di balik pentingnya perlengkapan tersebut. Menggunakan helmet, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi risiko dan fatalitas ketika terjadi kecelakaan. Harapannya, kebiasaan #Cari_Aman ini dapat mereka terapkan setiap kali berkendara,” ujar Wanny.

Menurutnya, edukasi kepada pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kelompok usia muda merupakan salah satu pengguna jalan dengan mobilitas tinggi sehingga pemahaman mengenai keselamatan perlu dibangun menjadi kebiasaan, bukan sekadar pengetahuan.

Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kolaborasi antara dunia pendidikan, kepolisian, dan pelaku industri menjadi salah satu kekuatan penting dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan pihaknya terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi keselamatan, khususnya kepada generasi muda.

“Kami berharap edukasi seperti ini dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada para pelajar. Ketika pesan keselamatan berkendara disampaikan bersama berbagai pihak, termasuk kepolisian dan para penggiat safety riding, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa #Cari_Aman bukan sekadar slogan, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu diterapkan setiap kali berada di jalan,” ujar Antofany.

Menurutnya, budaya keselamatan tidak akan terbentuk hanya melalui satu kegiatan. Pesan tersebut perlu terus diulang dan dipraktikkan hingga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Menariknya, kegiatan juga diramaikan dengan pameran dan pos penjualan sepeda motor Honda dari Dealer CV Maju Gowa.

Booth tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dan lingkungan sekolah untuk melihat berbagai pilihan sepeda motor Honda sekaligus mendapatkan informasi mengenai produk dan layanan yang tersedia.

Namun, lebih dari sekadar memperkenalkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan edukasi keselamatan dengan aktivitas masyarakat.

Asmo Sulsel berharap kolaborasi bersama kepolisian dan lingkungan pendidikan dapat terus diperluas. Edukasi yang diberikan kepada pelajar diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi ikut dibawa pulang dan diterapkan dalam keluarga.

Dengan demikian, satu siswa yang memahami pentingnya #Cari_Aman diharapkan dapat menjadi pembawa pesan keselamatan bagi orang tua, saudara, dan lingkungan sekitarnya.

Sebab, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pengendara. Ia merupakan tanggung jawab bersama—dan kebiasaan untuk selalu #Cari_Aman dapat menjadi langkah kecil untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa di jalan raya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *