Andi Mallarangeng Siswa MA As’adiyah Uloe Jadi Penggerek Bendera pada Penurunan Merah Putih di Bone

Siswa MA As’adiyah Uloe, Andi Mallarangeng, mendapat kepercayaan menjalankan tugas penting sebagai penggerek bendera pada upacara penurunan Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Kebanggaan menyelimuti keluarga besar MA As’adiyah Uloe, Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.

Salah seorang siswanya, Andi Mallarangeng, mendapat kepercayaan menjalankan tugas penting sebagai penggerek bendera pada upacara penurunan Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara penurunan bendera tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Watampone, Senin (17 Agustus 2026), dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan.

Kepercayaan yang diberikan kepada Andi Mallarangeng menjadi momen istimewa, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat Desa Uloe dan Kecamatan Dua Boccoe.

Sebagai seorang pelajar madrasah aliyah, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Berdiri bersama pasukan pengibar bendera di hadapan peserta upacara, Andi Mallarangeng menjalankan tugasnya dengan penuh konsentrasi.

Setiap gerakan dilakukan dengan disiplin sebagai bagian dari prosesi penghormatan terhadap Sang Merah Putih.

Tugas sebagai penggerek bendera bukanlah tanggung jawab sederhana.

Dibutuhkan latihan, kedisiplinan, kekompakan serta kesiapan mental untuk menjalankan setiap tahapan dengan tepat.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan dan daerah hingga pelosok Kabupaten Bone.

Bagi MA As’adiyah Uloe, keterlibatan Andi Mallarangeng dalam upacara tingkat Kabupaten Bone menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa para pelajar di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam momentum bersejarah bangsa.

Lebih dari sekadar menjalankan tugas upacara, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Andi Mallarangeng untuk terus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta menjadi generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.

Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi semakin bermakna. Di balik berkibarnya Merah Putih, ada anak-anak muda yang belajar tentang arti pengabdian, tanggung jawab dan keberanian berdiri di hadapan bangsa.

Andi Mallarangeng menjadi salah satu putra muda Bone yang hari itu tidak hanya menggerakkan bendera, tetapi turut menggerakkan semangat generasi muda untuk terus mencintai dan mengabdi kepada Indonesia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *