MAKASSAR, NALARMEDIA — Sebanyak 1.500 pelari dari berbagai wilayah akan memadati Kota Makassar dalam ajang Makassar Gold Run yang digelar PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar pada 13 September 2026.
Tak sekadar menawarkan ajang olahraga, kegiatan ini mengusung konsep berbeda. Biaya pendaftaran peserta akan dikonversi menjadi tabungan emas, sementara para pemenang berkesempatan membawa pulang hadiah berupa emas batangan.
Makassar Gold Run menjadi salah satu upaya Pegadaian untuk menggabungkan gaya hidup sehat dengan edukasi pengelolaan keuangan dan investasi emas kepada masyarakat.
Kegiatan yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku ini juga dijadwalkan dihadiri sejumlah jajaran Board of Directors PT Pegadaian dari kantor pusat Jakarta.
Selain itu, Makassar Gold Run rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya terhadap produk investasi berbasis emas.
Menurutnya, konsep kegiatan olahraga dipilih untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan finansial.
“Kesehatan fisik dengan kesehatan finansial berkorelasi sangat erat. Ini kaitannya dengan produk layanan kami, produk-produk berbasis investasi, berbasis emas,” ujar Pratikno, Selasa (8/9/2026).
Ia berharap Makassar Gold Run dapat menjadi sarana untuk memperluas edukasi dan kampanye investasi emas kepada masyarakat.
“Saya mohon dibantu kerja samanya untuk ikut mengampanyekan, mungkin memberitahukan terkait agenda Gold Run ini,” katanya.
Makassar Kota Pertama di Luar Jawa
Deputi Operasional Pegadaian Kanwil VI Makassar, Andi Syam, mengatakan Makassar Gold Run memiliki konsep berbeda dibandingkan event lari lainnya.
Menurutnya, Makassar menjadi kota pertama di luar Pulau Jawa yang menggelar Gold Run setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Jakarta.
“Event Gold Run ini adalah event pertama yang diselenggarakan di luar Jawa. Sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di Jakarta, dan Makassar menjadi kota pertama di luar Jawa,” ujarnya.
Andi Syam mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah inovatif yang memadukan olahraga dengan edukasi investasi atau sport education.
Melalui Makassar Gold Run, Pegadaian juga memperkenalkan The Gade App, platform digital yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses layanan tabungan emas.
“Ini merupakan pengenalan platform tabungan emas digital masa depan, yaitu The Gade App. Sekaligus kita mengedukasi masyarakat, khususnya di Makassar, untuk melakukan investasi emas dan membangun mindset investasi berbasis emas,” terangnya.
Biaya Pendaftaran Jadi Tabungan Emas
Salah satu daya tarik utama Makassar Gold Run adalah konsep biaya pendaftaran yang akan dikonversi menjadi tabungan emas.
Peserta kategori 5 kilometer (5K) dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp175 ribu, sedangkan peserta kategori 10 kilometer (10K) membayar Rp250 ribu.
Biaya tersebut nantinya dikonversi ke dalam bentuk tabungan emas milik masing-masing peserta melalui The Gade App.
“Bapak, Ibu membayar Rp175 ribu untuk 5K dan Rp250 ribu untuk 10K. Setelah membayar, nantinya itu dikonversi ke bentuk tabungan emas. Untuk itu, setiap pendaftar mesti menginstal The Gade App. Jadi, istilahnya event lari ini secara tidak langsung gratis,” beber Andi Syam.
Selain tabungan emas, peserta juga berpeluang membawa pulang hadiah menarik. Para pemenang Makassar Gold Run akan mendapatkan hadiah berupa emas batangan.
Pemenang akan dibedakan berdasarkan kategori gender dengan juara satu, dua, dan tiga. Pegadaian juga menyiapkan sejumlah hadiah doorprize bagi peserta.
“Kalau di luar sana hadiahnya uang, di sini hadiahnya adalah emas batangan. Pemenang juga akan dibedakan berdasarkan gender dan akan dipilih juara satu, dua, dan tiga. Tidak lupa, ada juga hadiah doorprize yang menanti,” tandasnya.
Makassar Gold Run diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan investasi emas melalui platform digital.(rls/red).















