BONE, NALARMEDIA — Jumat pagi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone terasa berbeda.
Bukan hanya rutinitas pekerjaan yang dijalankan, tetapi juga semangat kebersamaan yang tumbuh dari aksi sederhana: membersihkan lingkungan bersama.
Jajaran pegawai Lapas Watampone bersama peserta magang turun langsung membersihkan lingkungan kantor hingga tempat ibadah, Jumat (11 September 2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan semata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
Dengan peralatan kebersihan di tangan, pegawai dan peserta magang bergotong royong membersihkan halaman kantor, lingkungan sekitar Lapas, hingga tempat ibadah yang berada di dalam lingkungan tersebut.
Sampah dikumpulkan, halaman dibersihkan, sejumlah sudut lingkungan dirapikan, sementara bagian tempat ibadah yang membutuhkan perhatian turut dibersihkan.
Meski terlihat sederhana, aktivitas tersebut membawa pesan penting tentang kepedulian. Lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi bagian dari suasana kerja yang sehat sekaligus mendukung pelayanan Pemasyarakatan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, mengatakan kebersihan harus menjadi kesadaran bersama dan dijaga secara berkelanjutan.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya lingkungan kantor, tempat ibadah juga perlu kita jaga kebersihan dan kenyamanannya. Saya berharap semangat gotong royong ini terus dipertahankan dan menjadi budaya dalam keseharian,” ujar Rahnianto.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman.
Kondisi itu penting dalam menunjang pelaksanaan tugas sekaligus memberikan pelayanan Pemasyarakatan secara optimal.
Bagi Lapas Watampone, menjaga kebersihan bukan hanya soal lingkungan yang tampak rapi. Lebih dari itu, ada nilai kebersamaan dan kepedulian yang ingin terus dirawat di tengah keseharian para pegawai.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Semangat gotong royong yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Jumat bersih, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan Lapas Kelas IIA Watampone. (rls/red)















