BANGGAI, NALARMEDIA – Panen raya padi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menjadi momentum untuk memperkuat optimisme terhadap produktivitas pertanian sekaligus keberlanjutan usaha tani di daerah.
Panen raya yang berlangsung di Desa Tirtasari, Kecamatan Toili tersebut mencakup areal sekitar 3.700 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,4 ton per hektare.
Capaian tersebut menjadi gambaran potensi pertanian Kabupaten Banggai sekaligus pentingnya menjaga keberlanjutan produksi pada musim tanam berikutnya.
PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai bagian dari ekosistem pertanian nasional terus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Banggai.
Pada 2026, Sulawesi Tengah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 161.455 ton, terdiri dari 59.945 ton Urea, 64.161 ton NPK Phonska, 19.900 ton NPK FK Kakao, 11.389 ton Organik, dan 862 ton SP-36. Dari total alokasi tersebut, realisasi penyaluran telah mencapai 97.469 ton atau sekitar 60 persen.
Sementara itu, khusus Kabupaten Banggai, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mencapai 32.843 ton, dengan realisasi penyaluran sebesar 20.777 ton atau sekitar 63 persen.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, saat ini tersedia 5.733 ton stok pupuk bersubsidi di lini III di wilayah Banggai.
Ketersediaan stok tersebut menjadi bagian dari kesiapan Pupuk Indonesia dalam menghadapi kebutuhan pupuk pada musim tanam berikutnya.
Pengelolaan stok dan distribusi terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing wilayah agar pupuk dapat tersedia dan disalurkan secara optimal sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam menjalankan penugasan penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia menerapkan prinsip 7 Tepat, yaitu tepat waktu, tepat tempat, tepat jenis, tepat jumlah, tepat penerima, tepat mutu, dan tepat harga.
Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pupuk bersubsidi diterima petani yang berhak dan sesuai dengan peruntukannya.
Kesiapan pupuk tersebut menjadi semakin penting untuk menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian setelah momentum panen raya.
Dengan produktivitas rata-rata 6,4 ton per hektare pada areal panen sekitar 3.700 hektare, sektor pertanian Banggai memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.
Selain dukungan pupuk, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui dukungan sarana produksi dan alat mesin pertanian.
Dalam kunjungannya di Banggai, Mentan Andi Amran Sulaiman turut menyerahkan bantuan satu unit hand tractor kepada seorang petani yang tidak memiliki lahan sebagai modal usaha untuk membuka jasa pengolahan lahan bagi petani lainnya.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pertanian tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Pupuk Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder pertanian untuk memastikan kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi dengan baik. Ketersediaan stok di lini III juga terus dikelola agar distribusi dapat berjalan lancar seiring dengan dinamika kebutuhan petani di lapangan.
Melalui dukungan ketersediaan pupuk, penerapan tata kelola penyaluran berdasarkan prinsip 7 Tepat, serta kesiapan stok menghadapi musim tanam, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung produktivitas petani dan keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Tengah.
Momentum panen raya di Banggai diharapkan menjadi penggerak semangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kontribusi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan ketahanan serta swasembada pangan nasional. (ADV)















