BupAAS Hadiahi Sepeda Empat Siswa Sekolah Rakyat di Bone

Empat sepeda diberikan BupAAS kepada peserta didik di sela pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (18 September 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Hari pertama memasuki dunia sekolah menjadi momen yang tak terlupakan bagi empat siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Bukan hanya mengenal ruang kelas dan lingkungan sekolah baru, mereka juga mendapat kejutan istimewa dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).

Empat sepeda diberikan BupAAS kepada peserta didik di sela pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (18 September 2026).

Keempat siswa yang menerima sepeda tersebut yakni Putri Annisa, Putra Ramadhan, Dirga Safitra, dan Setia Ningsi Putri.

Pemberian sepeda itu menghadirkan suasana bahagia di tengah momentum hari pertama para siswa menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Senyum dan keceriaan mereka menjadi gambaran sederhana bahwa sebuah perhatian kecil dapat memberikan semangat besar bagi anak-anak untuk menatap masa depan.

Bagi keempat siswa tersebut, sepeda bukan sekadar hadiah. Kendaraan sederhana itu menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menempuh pendidikan, sekaligus simbol dukungan agar mereka terus melangkah mengejar cita-cita.

Momen tersebut juga memperlihatkan perhatian BupAAS terhadap kebutuhan dan semangat peserta didik di Sekolah Rakyat.

Kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui program pendidikan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak-anak dalam menjalani aktivitas sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, BupAAS menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun masa depan. Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, membangun karakter, mengembangkan potensi, serta memiliki cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” ujar tutur Andi Asman.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta didik agar menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan akademik dan nilai yang diperoleh di sekolah. Karakter, kedisiplinan, akhlak, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi masa depan.

“Anak-anak harus punya semangat belajar. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi juga bangun karakter, kedisiplinan dan akhlak. Karena itu yang akan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” pesannya.

Pembukaan MPLS tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pengenalan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, sekaligus berbagai program pembelajaran yang akan dijalani para peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Di balik seremoni tersebut, empat sepeda yang diberikan BupAAS menjadi cerita tersendiri. Empat anak membawa pulang bukan hanya sebuah sepeda, tetapi juga pengalaman manis pada hari pertama mereka bersekolah.

Setiap kayuhan sepeda kelak dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju cita-cita memang membutuhkan langkah demi langkah. Dari sekolah, mereka belajar, tumbuh, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa.

Pemerintah Kabupaten Bone sendiri berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bone, sejumlah kepala OPD, Camat Tanete Riattang Timur, para guru dan tenaga pendidik, serta peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Hari pertama Sekolah Rakyat di Bajoe pun meninggalkan sebuah pesan sederhana namun bermakna: ketika pendidikan dibuka bersama kepedulian, sebuah sepeda bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju cita-cita. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *