SURABAYA, NALARMEDIA — Guru Besar Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Prof. Dr. Munirah, M.Pd., menorehkan prestasi akademik dalam The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies, yang berlangsung di Surabaya, 18–20 September 2026.
Dalam konferensi internasional tersebut, Prof. Munirah hadir sebagai presenter sekaligus menerima tiga penghargaan akademik atas capaian indeks publikasi ilmiahnya.
Tiga penghargaan yang diterima masing-masing yakni Penghargaan H-Index Scopus 15 Tertinggi, Penghargaan Skor SINTA Overall 15 Tertinggi, dan Penghargaan H-Index Google Scholar 15 Tertinggi.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi data akademik peserta melalui basis data Scopus, Google Scholar, serta SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dalam piagam penghargaan, Prof. Munirah tercatat sebagai peserta dengan status Penulis Pertama (First Author).
Konferensi yang mengangkat tema “Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Arts, and Design for a Digital Age” menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan gagasan serta hasil penelitian yang berkaitan dengan berbagai bidang keilmuan dalam perspektif multidisipliner.
Kehadiran Prof. Munirah dalam konferensi tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas akademiknya sebagai Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain menjalankan tugas pendidikan, ia aktif mengikuti forum-forum ilmiah dan menghasilkan karya akademik dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan.
Tiga penghargaan yang diterimanya menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian Prof. Munirah dalam pengembangan keilmuan, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik di bidang bahasa dan sastra Indonesia. Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprahnya sebagai Guru Besar yang aktif dalam forum ilmiah, penelitian, dan pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Capaian tersebut turut membawa nama Universitas Muhammadiyah Makassar dalam forum akademik internasional sekaligus menunjukkan kontribusi dosen perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, publikasi, dan partisipasi dalam konferensi ilmiah. (rls/red).















