MAKASSAR, NALARMEDIA – Program Astra Motor School yang digagas Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mulai menunjukkan dampak nyata dalam menyiapkan lulusan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Program kelas industri yang menyasar sekolah-sekolah binaan Asmo Sulsel tersebut memberikan kesempatan kepada siswa, khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), untuk mendapatkan pengalaman praktik langsung di jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS selama masa pendidikan.
Salah satu sekolah yang menjadi pionir penerapan program tersebut adalah SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat.
Kerja sama Astra Motor School dengan sekolah tersebut telah berjalan sejak 2025 dan hingga kini terus dikembangkan.
Menariknya, program tersebut mulai memperlihatkan hasil dari sisi penyerapan tenaga kerja.
Sebanyak 60 persen alumni 2025 jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Rangas disebut terserap ke jaringan bengkel resmi Honda.
Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan angka tersebut menjadi salah satu indikator positif dari pelaksanaan Astra Motor School.
“Program ini kami anggap berhasil dengan melihat tingginya angka siswa SMKN 1 Rangas yang terserap di jaringan bengkel resmi Honda. Jika dipresentasikan, angkanya menyentuh 60% dari jumlah alumni 2025 jurusan Teknik Sepeda Motor di sekolah tersebut,” kata Anton.
Belajar Tak Cuma di Kelas
Melalui Astra Motor School, siswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas. Mereka juga mendapatkan pengalaman praktik yang diselaraskan dengan standar dan kebutuhan industri sepeda motor.
Salah satunya melalui kegiatan di bengkel resmi Honda atau AHASS. Pengalaman tersebut memungkinkan siswa mengenal secara langsung lingkungan kerja, prosedur teknis, hingga standar pelayanan yang diterapkan di industri.
Model pembelajaran ini diharapkan membuat lulusan memiliki kompetensi yang lebih siap digunakan ketika memasuki dunia kerja.
Bukan hanya diarahkan menjadi teknisi, lulusan juga diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha sendiri, termasuk menjadi pemilik bengkel.
Program tersebut juga memiliki sejumlah sasaran, mulai dari memberikan kesempatan kepada siswa mengikuti magang selama satu tahun tanpa putus, mendukung proses rekrutmen mekanik sesuai standar industri, hingga mempererat hubungan antara sekolah dan dunia usaha.
Selain itu, Astra Motor School menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri Honda.
Targetkan 98 SMK Binaan
Region Head Asmo Sulsel, Jeffry Mei Gamastra, menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian penting dari kontribusi perusahaan bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.
“Kami melihat pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui Astra Motor School, kami ingin membantu mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan ketika memasuki dunia kerja,” papar Jeffry.
Ke depan, Asmo Sulsel berencana memperluas penerapan Astra Motor School ke lebih banyak SMK binaan di wilayah operasionalnya yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.
Saat ini, Asmo Sulsel tercatat memiliki 98 SMK binaan yang menjadi sasaran pengembangan program.
Perluasan Astra Motor School diharapkan semakin membuka akses bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman belajar berbasis industri sekaligus memperbesar peluang mereka memasuki dunia kerja di sektor otomotif.
Dari bangku SMK menuju AHASS, Astra Motor School mencoba menjembatani satu hal yang kerap menjadi tantangan lulusan pendidikan vokasi: mengubah keterampilan di ruang kelas menjadi kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia industri. (ADV)















