60 Personel Gabungan Sidak 15 Kamar Lapas Watampone, Ini Temuannya

Rabu (23 September 2026) malam, Lapas Watampone menggelar Sidak dengan melakukan penggeledahan gabungan di blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan melibatkan jajaran aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone.

Rabu (23 September 2026) malam, Lapas Watampone menggelar Sidak dengan melakukan penggeledahan gabungan di blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan melibatkan jajaran aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut melibatkan 60 personel eksternal, masing-masing 10 personel Kodim 1407 Bone, 10 personel BNNK Bone, 20 personel Polres Bone, dan 20 personel Brimob Batalyon C Bone.

Mereka bergabung dengan 93 petugas Lapas Watampone serta 17 peserta magang untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah blok hunian.

Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan, pembagian tugas, hingga penegasan agar pemeriksaan dilakukan secara tertib, humanis, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Petugas kemudian menyisir 15 kamar hunian WBP. Setiap area kamar diperiksa secara menyeluruh, termasuk barang-barang yang ditemukan di dalamnya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Barang tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan inventarisasi lebih lanjut.

Barang temuan antara lain sendok dan peralatan makan berbahan logam, silet, piring kaca, korek api, tali, kabel, paku, baut, kartu domino, gunting, cutter, hingga botol.

Meski menemukan sejumlah barang tersebut, penggeledahan gabungan itu mencatat hasil penting. Tidak ditemukan narkoba maupun handphone di kamar hunian yang diperiksa.

Kepala BNN Kabupaten Bone, Risman Sani, mengapresiasi pelaksanaan penggeledahan gabungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Lapas dan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan sekaligus mencegah peredaran barang terlarang.

“Hasil sidak yang menunjukkan kondisi zero narkoba dan zero handphone menjadi capaian positif. Ini menunjukkan pengawasan yang dilakukan Lapas Watampone berjalan dengan baik sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung P4GN dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkotika,” ungkap Risman.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menegaskan bahwa penggeledahan gabungan bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Penggeledahan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, dan Brimob sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Rahnianto.

Penggeledahan lintas instansi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

Dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BNNK, Brimob, dan jajaran internal Lapas, pengawasan terhadap lingkungan hunian WBP diharapkan semakin kuat, sekaligus mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba serta handphone ilegal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *