BONE, NALARMEDIA — Sepak bola Kabupaten Bone menunjukkan perubahan mencolok sepanjang 2026.
Dari sorotan akibat kekalahan telak Persibone di Liga 4 Sulawesi Selatan, sepak bola Bumi Arung Palakka kini justru menorehkan prestasi dengan mengangkat trofi Piala Gubernur Sulsel 2026 melalui Bone BerAmal FC.
Bone BerAmal FC memastikan gelar juara setelah menaklukkan Sidrap United pada partai final di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (21 September 2026).
Pertandingan berakhir 1-1 pada waktu normal sebelum Bone memastikan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 5-4.
Prestasi membanggakan tersebut sekaligus menjadi kontras dengan kondisi Persibone beberapa bulan sebelumnya.
Pada Februari 2026, Persibone menjadi sorotan setelah menelan kekalahan telak 0-21 dari Makassar City pada putaran kedua Liga 4 Sulsel.
Namun, itu dahulu. Kini wajah sepak bola Bone dalam beberapa bulan kemudian, mulai berubah.
Bone BerAmal FC tampil kompetitif di Piala Gubernur Sulsel 2026. Sebelum melangkah ke final, Bone terlebih dahulu menjadi juara Zona Timur dengan mengoleksi 12 poin dari lima pertandingan, hasil dari empat kemenangan dan satu kekalahan.
Manajer Bone BerAmal FC, Edy Saputra Syam, menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perhatian dan instruksi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).
Menurut Edy, BupAAS mendorong agar potensi daerah dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi olahraga, termasuk sepak bola.
“Alhamdulillah, sosok penting di balik prestasi sepak bola Bone BerAmal FC adalah Bapak Bupati Bone,” sebut Edy, Rabu (23 September 2026).
Perhatian BupAAS terhadap tim juga terlihat setelah Bone BerAmal FC memastikan gelar juara. Pada 22 September 2026, Andi Asman menjamu pemain dan ofisial Bone BerAmal FC di Rumah Jabatan Bupati Bone sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka membawa pulang trofi Piala Gubernur Sulsel.
Sementara itu, Bupati Andi Asman menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras, kekompakan, dan perjuangan seluruh tim.
“Ini kemenangan masyarakat Bone. Terima kasih kepada seluruh pemain, official, manajemen dan masyarakat yang telah memberikan dukungan. Semoga prestasi ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan sepak bola Bone,” sebut Andi Asman.
Perubahan itu belum bisa dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh ekosistem sepak bola Bone telah sepenuhnya pulih atau kuat. Namun, rangkaian hasil tersebut menunjukkan adanya capaian kompetitif yang patut dicatat, khususnya melalui Bone BerAmal FC.
Pemerintah Kabupaten Bone sendiri berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola sekaligus membuka ruang lebih besar bagi munculnya talenta-talenta muda dari daerah.
Dengan trofi Piala Gubernur Sulsel 2026 di tangan, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar tidak berhenti pada satu gelar, tetapi berlanjut menjadi pembinaan sepak bola yang berkesinambungan dari tingkat usia muda hingga senior. (red)















