BONE, NALARMEDIA — Pemerintah Kabupaten Bone bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat koordinasi menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk potensi dampak kekeringan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dan ketahanan ekonomi.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam Rapat Forkopimda Kabupaten Bone bertema “Sinergi Forkopimda dalam Menjaga Stabilitas Politik, Keamanan dan Ketahanan Ekonomi Daerah, serta Antisipasi Dampak Kekeringan di Kabupaten Bone” yang digelar di Baruga La Teya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis (24 September 2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Bone Andi Asman Sulaiman (BupAAS) dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, Kejaksaan Negeri Bone, BNN Kabupaten Bone, jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, para Danramil, Kapolsek, camat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya.
Lapas Kelas IIA Watampone turut ambil bagian dalam forum tersebut. Lapas Watampone diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha dan Umum, Zulkifli.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan, memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus mengantisipasi berbagai dampak yang dapat ditimbulkan kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Bone.
Dalam arahannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menekankan bahwa menjaga stabilitas daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.
“Stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi antarinstansi agar setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini, termasuk dampak kekeringan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah,” tutur Bupati Andi Asman Sulaiman.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar setiap instansi dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal sekaligus memberikan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga kondisi daerah tetap aman, stabil, dan kondusif.
Keterlibatan Lapas Kelas IIA Watampone dalam rapat tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan, Pemerintah Kabupaten Bone, dan unsur Forkopimda.
Sinergi tersebut dinilai penting, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tetap berjalan optimal di tengah dinamika kondisi daerah.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone dan unsur Forkopimda.
“Lapas Watampone akan terus mendukung sinergi dan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Bone serta unsur Forkopimda. Sesuai tugas dan fungsi pemasyarakatan, kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga stabilitas daerah,” ungkap Rahnianto.
Melalui forum tersebut, komunikasi lintas sektor di Kabupaten Bone diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai potensi persoalan, mulai dari aspek keamanan dan ketertiban hingga tantangan ekonomi serta dampak kekeringan.
Penguatan koordinasi menjadi langkah penting agar setiap instansi dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya, sehingga kondisi Kabupaten Bone tetap aman, stabil, dan kondusif. (rls/red)















