Memaknai Hari Kesaktian Pancasila, Ketua TP PKK Bone Hj Maryam Andi Asman Tekankan Keluarga sebagai Benteng Nilai Pancasila

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, peringatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda seremonial.

Hari Kesaktian Pancasila merupakan pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.

Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya harus tumbuh mulai dari keluarga, kemudian diterapkan di lingkungan masyarakat,” ucap Hj. Maryam Andi Asman.

Ia menilai keluarga menjadi tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila dinilai penting untuk memperkuat kembali peran keluarga dalam membangun karakter generasi penerus.

“Kalau nilai Pancasila sudah tertanam sejak dini, insyaallah akan menjadi bekal bagi anak-anak kita dalam menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Perkuat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

Hj. Maryam juga mengaitkan semangat Pancasila dengan penguatan gotong royong dan kepedulian sosial.

Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Gotong royong, kata dia, merupakan salah satu kekuatan masyarakat Indonesia yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Kita ingin semangat gotong royong tetap hidup. Saling membantu, saling menghargai dan peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bone, ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam membangun lingkungan sosial yang harmonis.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia, karakter, dan ketahanan keluarga.

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

Memasuki era digital, tantangan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat membuat keluarga perlu memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi dan memberikan pendampingan kepada anak-anak.

Hj. Maryam mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai perbedaan dan perkembangan zaman.

“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, kita harus semakin bijak. Jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mari kita jaga persatuan dan kerukunan,” pesannya.

Ia berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Bone serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Semoga semangat Hari Kesaktian Pancasila semakin memperkuat persatuan, gotong royong dan kepedulian kita. Mari mulai dari keluarga, dari lingkungan kita masing-masing,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *